Gelar Pelatihan di Cianjur, Relawan MDMC Didorong Ikhlas dan Tidak Terpaksa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 18 September 2016 11:04 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, CIANJUR – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terus meningkatkan kualitasnya agar selalu tanggap dan siapsiaga terhadap bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia sedini mungkin. Selain itu, pada 2016 ini, MDMC pun tengah fokus pada penguatan kapasitas MDMC tingkat wilayah, terkhusus MDMC Jawa Barat.

MDMC Jawa Barat, Jumat (16/9), telah menggelar Pelatihan Manajemen Posko Bencana di Kabupaten Cianjur. Pelatihan ini juga berlangsung hingga Ahad (18/9) bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur begitupun MDMC Pusat yang diikuti oleh puluhan peserta dari MDMC tingkat daerah di Jawa Barat.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Suhada mengatakan, MDMC atau Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah tidak pernah pandang bulu dalam membantu korban bencana. Hal ini sesuai dengan fungsi Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat yang membela kaum yang terlemahkan.

“Karena kalau di LPB berbicara tentang pertolongan, tidak pernah ada siapa yang boleh ditolong, warna kulitnya apa, agamanya apa. Pokoknya ada yang harus ditolong, tolonglah! Dan itulah Muhammadiyah,” ujar Suhada saat memberikan pendangannya dalam pembukaan Pelatihan Manajemen Posko MDMC di Cianjur, Jawa Barat, Jum’at (16/9).

Menurut Suhada, dalam menyelamatkan seseorang,  Muhammadiyah tidak memandang siapa saja orang yang harus diselamatkan. Nyatanya, siapapun yang tertimpa musibah dan bencana dan itu ada di depan mata, Muhammadiyah menyelamatkannya.

“Itulah yang dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan yang diajarkan kepada kita di Muhammadiyah dan ini terwadahi oleh LPB atau oleh MDMC,” kata dia.

Kemudian, Suhada menuturkan, ihwal Pelatihan Manajemen Posko MDMC ini, PWM Jawa Barat sangat mendukung dan mengharapkan hasil yang bermanfaat. Menurut dia, manajemen posko sangat diperlukan termasuk juga sebagai dasar tegaknya suatu organisasi.

Suhada pun menginginkan agar dengan pelatihan ini, peserta dapat membaktikan dirinya kepada umat terutama dalam berbagi kebaikan. Hal ini tentu saja dilakukan dalam kaidah-kaidah Muhammadiyah.

Selain itu, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman mengingatkan, relawan penanggulangan bencana harus bekerja ikhlas untuk membantu korban bencana.

“Manakala terjadi bencana tidak memikirkan saya dapet apa, tidak! Konsep relawan disitu!” ujar Asep dalam Pelatihan Manajemen Posko MDMC ini.

Asep menegaskan bahwa seorang relawan tidak boleh terpaksa dalam melakukan tugasnya menyelamatkan korban bencana. Yang penting, kata dia, bagaimana masyarakat yang terkena bencana dapat dibantu. “Jangan sampai ada relawan yang dipaksa,” kata Asep kepada para peserta pelatihan penanggulangan bencana itu.

Asep menyampaikan, Kabupaten Cianjur kerap kali terjadi bencana hingga menimbulkan korban jiwa. Terutama di kawasan Cipanas, Ciloto dan Sukaresmi, rentan terjadi bencana  “Kami juga kemarin ada kejadian longsor, satu orang meningal dunia di kawasan Kebun Raya Cibodas,” tutur dia.

Bencana, terang Asep, yang terjadi baik itu di Cianjur ataupun di Indonesia sendiri bukanlah hal yang aneh, bahkan bancana sudah menjadi tren karena sering terjadi.

Lebih lanjut, Asep mengatakan, peran pemerintah, masyarakat dan dunia usaha sangat ditunggu dalam menaggulangi bencana. Apalagi sekarang Asep mengetahui adanya MDMC sebagai Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah yang ditunggu oleh daerah-daerah terutama Kabupaten Cianjur.

“Nah lembaga seperti halnya Muhammadiyah merupakan peran serta masyarakat yang memang kita tunggu,” ujar Asep.

Asep berharap, dari pelatihan penanggulangan bencana kali ini, para peserta dapat berkontribusi jika ada bencana yang terjadi di daerah-daerah termasuk juga di Cianjur. “Jangan sampai setelah dilatih, dididik di sini kita tidak bisa berbuat apa-apa,” kata dia.

“Sekali lagi mohon dicatat bahwa kita bukan menantang bencana tapi paling tidak pengurangan resiko bencana,” ujar Asep memberikan semangat kepada peserta pelatihan itu.

Pentingnya pelatihan ini juga ditegaskan oleh Pengurus Bidang Tanggap Darurat dan Rehabilitas dan Rekonstruksi MDMC Pusat, Naibul Umam. Dia mengatakan, Pelatihan Manajemen Posko ini merupakan kegiatan yang penting dan strategis. Karena menurut dia, membantu korban bencana merupakan tanggung jawab umat dan juga kader persyarikatan.

Muhammadiyah, ujar Naibul, pasti tidak ingin meninggalkan kader yang lemah. “Jadi orang mukmin yang kuat itu lebih disukai Allah ketimbang orang mukmin yang lemah,” kata dia.

Naibul mendorong, agar peserta membangun kekuatannya sejak melakukan pelatihan manajemen posko ini. “Nah kekuatan kita harus kita bangun mulai sekarang, yang masih muda harus bersemangat!” kata Naibul yang juga memberikan semangat kepada para peserta.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1