Idul Adha Sebagai Momen Naik Kelas dan Ikhlas

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 13 September 2016 17:23 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BEKASI -- Semangat pengorbanan dan keikhlasan terlihat dari suasana pagi yang tercerahkan oleh matahari. Matahari pagi itu mengajarkan ikhlasnya berbagi manfaat kepada manusia. Oleh sebab itu, “manusia” jangan hanya mau dibagi saja tapi “manusia” juga harus berbagi salah satunya dengan berkurban.

Momen idul Adha terasa sangat semangat manakala sang khatib dan para jamaah shalat idul fitri mengumandangkan takbir. Shalat Idul Adha yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bekasi dilaksanakan di Pelataran Plaza Metropolitan dengan Naufal sebagai imam dan khatibnya. Pada  kesempatan itu Naufal menularkan semangat berkurban dan ikhlas seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim beserta keluarganya.

”Suatu bentuk penguatan tauhid terdapat di sebuah cerita keikhlasan menitipkan istri dan anaknya kepada Allah, romantisme yang diperlihatkan dalam bentuk keikhlasan,” tutur Naufal dalam khutbahnya.

“Ikhlas adalah sebuah kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah. Ikhlas adalah kau berlari melawan dan berbicara, ikhlas adalah kemampuan menundukan diri sendiri dari apa yang kau cintai, ikhlas  bukan lari dari kenyataan tapi menghadapi kenyataan dengan tindakan,” tambahnya.

Selain membahas tentang pengorbanan dan keikhlasan, Naufal juga membahas distribusi penyebaran daging. “Panitia kurban berhak mendapat upah lelah tapi bukan upah bagian sapi dengan dominasinya,” tuturnya.

Informasi dalam kurban tahun ini dari PDM Kabupaten Bekasi, para pemimpin dan calon pemimpin di lingkup kabupaten Bekasi memberikan teladan dengan ikut berkontribusi memberikan hewan kurban.

 

 

Kontributor: Siti Umu Hani F

Redaktur : Fauziah Mona

Berita Daerah

 

Shared:
Shared:
1