Pemuda Muhammadiyah Jabar dan Kadin Jabar Seriusi Penguatan Pertanian

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 14 September 2016 16:46 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG – Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat (Jabar), Iu Rusliana mengapresiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar yang menindaklanjuti dialog pertanian Jabar Beraksi yang diselenggarakan Pemuda Muhammadiyah Jabar di Sentra Mangga Gincu Tomo, Sumedang, 4 September 2016 lalu dengan mengundang kelompok tani se-Sumedang untuk dipertemukan dengan para pemangku kepentingan terkait.

“Selain pihak dari Kadin, akan hadir Dinas Pertanian Jabar, Dinas Perkebunan, Dinas Binamarga, Disperindag, Bank Jabar Banten bidang UKM, Aprindo Jabar, pusat kajian agribisnis dan teknologi pangan Universitas Padjajaran dan Universitas Pasundan,” kata Iu Rusliana memberitahukan kepada Muhammadiyah.or.id, Rabu (14/9).

Menurut Iu Rusliana, apa yang dilakukan Pemuda Muhammadiyah Jabar dan Kadin Jabar merupakan bentuk komitmen merealisasikan program besar Jihad Ekonomi. “Ketua Umum Kadin Jabar, Pak Agung Suryamal sangat bersungguh-sungguh. Saya kira ini merupakan modal bagi ikhtiar untuk membangun sektor ekonomi di Jabar,” ujar dia.

Pemuda Muhammadiyah Jabar, Iu Rusliana menambahkan, berkomitmen untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak sehingga gelindingan dan output program yang direalisasikan akan semakin besar dampaknya. “Kadin terbuka dengan kami, dan bersedia bekerjasama. Ini potensi besar untuk bahu membahu menjalankan dakwah ekonomi Muhammadiyah,” katanya.

Dosen Filsafat Agama UIN Bandung ini pun menegaskan bahwa potensi pertanian di Jabar sangat besar, apalagi potensi bawaan sebagai daerah yang subur. Hanya saja, menurut dia, potensi itu tidak disyukuri. Karena itu, kata dia, cara menyukurinya yaitu dengan mengelola semua potensi untuk kemakmuran bersama.

Iu Rusliana berpendapat, saat ini, teknologi pangan dan agribisnis menjadi sangat penting. Ihwal ini juga, Iu mendorong agar perguruan tinggi dan badan penelitian pertanian dan perkebunan dapat berperan lebih terdepan. “Saya kira kehadiran Unpad dan Unpas, menggambarkan itu,” katanya.

Kemudian, terkait dengan persoalan kemasan dan permodalan bagi penguatan petani, dua hal itu juga bisa ditangani pihak perbankan dan bidang terkait di Kadin Jabar. “Ini sungguh sinergi yang indah. Semuanya punya peran. Leading sector-nya ada di Kadin Jabar dan PWPM Jabar,” katanya.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1