Ketua PP Muhammadiyah : Qurban Merupakan Bagian dari Perwujudan Tauhid

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 12 September 2016 10:09 WIB

 

MUHAMMADIAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Ibadah Qurban pada dasarnya memiliki dua dimensi, yaitu bersifat vertikal dan juga Horizontal. Bersifat vertikal dalam hal ini yaitu semata-mata berbakti kepada Allah SWT dan hanya mengharapkan keridhaan Allah SWT.

“Sepatutnya yang kita lakukan dalam berkurban yaitu ikhlas karena Allah,” ucap Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrohman, Senin (12/9) saat menyampaikan Khutbah Idul Adha di Alun-Alun Utara Yogyakarta, yang turut dihadiri oleh Gubernur DIY.

Kembali dilanjutkan oleh Agus, selain itu qurban juga sebagai perwujudan tauhid, yaitu mencintai Allah di atas cinta kepada yang lain, melebihi cinta kepada keluarga dan harta benda yang dimiliki. “Dan juga melebihi cinta kepada jabatan dan seluruh fasilitas yang didapatkan selama ini,” lanjutnya.

“Berawal dari keikhlasan berqurban karena kecintaan kepada Allah itulah yang menentukan qurban kita diterima atau tidak, sebagaimana telah dijelaskan dalam surah Al-Hajj ayat 37,” tambah Agus.

Kembali dijelaskan Agus, sedangkan untuk dimensi bersifat horizontal yakni menyantuni para dhu’afa melalui pembagian daging qurban tanpa membeda-bedakan agama, suku, dan golongan. “Qurban merupakan wujud nyata dari upaya orang yang mampu untuk membantu kesejahteraan sesama,” jelasnya.

Seseorang tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri, dalam hidup ini terdapat peran kehidupan yang kita lakukan untuk saling membantu. “Semangat rela berqurban yang seperti ini lah yang seharusnya selalu ada disetiap anak negeri ini, terlebih pada diri pemimpin bangsa, yaitu dengan menciptakan rasa saling membantu,” ujar Agus.

Ketika seseorang yang mampu dan memiliki harta yang berlebih telah memiliki semangat berqurban, semangat menolong penderitaan saudaranya, maka kesejahteraan sesama menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

“Menolong sesama merupakan perwujudan amal soleh dari iman yang telah tertanam dengan kokoh, oleh karena itu marilah semangat berqurban ini senantiasa menjadi sikap hidup kita. Bahwa menjaga iman dengan menegakan tauhid harus terus diikuti dengan kepedulian kita terhadap penderitaan sesama,” tutup Agus. (adam)

Berita Nasional

 

Shared:
Shared:
1