Tutup Pesmaba 2016, Kapolri Jendral Tito Kagumi Karakter Kebangsaan UMM

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 08 September 2016 17:30 WIB

MALANG, MUHAMMADIYAH.OR.ID - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku kagum dengan nuansa  kebangsaan yang ditunjukkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pertama kali datang ke UMM, Tito mengaku kaget dan surprise dengan tampilan kampus, budaya organisasi, dan spirit mahasiswa yang dinilainya sangat berkarakter.

Pernyataan tersebut disampaikan Jendral Tito saat menyampaikan kuliah umum sekaligus menutup secara resmi kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) UMM di UMM Dome, Kamis Siang (8/9). Pesmaba yang diikuti 6.812 mahasiswa baru ini berlangsung selama empat hari, yaitu sejak Senin lalu (5/9).

“Saya merasa tersanjung diundang di acara prestisius ini. Saya lihat para mahasiswa mengenakan jas merah, kuliah di kampus putih. Nuansa merah putih kental sekali. Sudah pasti, kampus ini sangat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” kata peraih gelar doktor dari Nanyang Technological University Singapore ini.

Tito bercerita, ia memiliki banyak pengalaman studi di luar negeri, mulai dari Strata I di Massey University New Zealand, lalu Strata II di University of Exeter United Kingdom, dan Strata III di Singapura. Namun, ia yakin UMM dapat bersaing dengan kampus-kampus yang ia sebutkan tersebut. “Setelah datang ke sini, saya merasa UMM tidak kalah dengan tempat saya belajar,” paparnya.

Selepas bercerita, Kapolri menjelaskan tentang peran mahasiswa dalam mendukung kerja kepolisian, yaitu menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan faktor penting dalam menentukan kesejahteraan masyarakat. “Untuk itu, masyarakat dan pemerintah harus saling membantu agar kesejahteraan itu terwujud,” jelas Tito.

Tito juga berpesan kepada seluruh mahasiswa baru UMM agar bisa berkiprah bagi kesejahteraan bangsa. Baginya, UMM sudah banyak melahirkan tokoh bangsa, terutama di bidang pendidikan, sehingga dapat menjadi inspirasi yang dapat melecut semangat mahasiswa.

“Saya doakan, dari sekian adik-adik yang berada di ruangan ini, yang memakai jas merah, 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun ke depan, muncul pemimpin bangsa. Selamat untuk Anda, belajarlah yang rajin agar dapat menggapai cita-cita,” pesan Tito pada ribuan mahasiswa yang disambut standing applause.

Selepas kuliah tamu, Kapolri Tito lantas dikukuhkan sebagai Keluarga Kehormatan UMM oleh Rektor UMM Fauzan. Pengukuhan ditandai dengan penyematan jas almamater dan topi kebesaran UMM.

Rektor mengaku, ikhtiarnya menghadirkan tokoh-tokoh besar di UMM adalah upayanya dalam memberikan inspirasi bagi seluruh mahasiswa. Sebelumnya pada pembukaan, UMM menghadirkan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan Bupati Malang Rendra Kresna. “Kehadiran para tokoh itu agar mahasiswa bisa mengambil hikmah dari pengalaman mereka serta menjadikan tokoh tersebut sumber insipirasi,” jelas Fauzan.

Ketua Badan Pembina Harian UMM Malik Fadjar mengatakan, apa yang dilakukan UMM ini meneruskan spirit yang dibangun pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. Kala itu, sebelum merdekanya negara ini, Dahlan telah menyerukan para santrinya agar menjadi generasi penerus bangsa yang dibekali dengan kedalaman ilmu serta kepekaan dalam membaca perubahan zaman.

“Ini adalah hari yang berbahagia bagi Anda semua, cucu-cucu saya tercinta. Kuasai ilmu, baca tanda-tanda zaman, serta majukan masyarakat dan bangsa ini,” tutur Malik yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini.

Pada seremoni penutupan Pesmaba ini, juga diputar film Pesmaba 2016 bertema “Love UMM Love Indonesia” yang mendapat sambutan meriah dari seluruh mahasiswa. UMM juga memberikan penghargaan kepada fakultas-fakultas terbaik dalam penyelenggara Pesmaba. Fakultas Psikologi menjadi yang terbaik, disusul Fakultas Kedokteran (FK) di peringkat kedua dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di posisi ketiga. (umm.ac.id)

 

 

Redaktur: Dzar Al Banna

 

Berita Nasional

Shared:
Shared:
1