Haedar Nashir : Kesenjangan Sosial Merupakan Bagian dari Luruhnya Bangsa Indonesia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 07 September 2016 07:55 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BENGKULU- Saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami peluruhan nilai-nilai kebangsaan, baik dari segi pondasi cita-cita berbangsa, maupun nilai-nilai karakter bangsa.

“Kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia saat ini merupakan bagian dari luruhnya nilai-nilai kebangsaan dan karakter bangsa,” ucap Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, Selasa malam (6/9) dalam Pembukaan Rapat Koordinasi (Rakornas) Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Muhammadiyah di Gedung Semarak, Provinsi Bengkulu.

“Kalau kita memiliki energi positif untuk memecahkan masalah kesenjangan sosial ini dengan berbagi dengan bangsa lain, saya yakin masalah ini akan terpecahkan,” ucap Haedar.

Kembali dilanjutkan oleh Haedar, luruhnya nilai-nilai solidaritas turut mempengaruhi kesenjangan sosial. “Mereka yang memiliki aset dan harta yang berlebih saat ini kurang memiliki rasa untuk berbagi, rasa solidaritas kebangsaannya telah pudar. Namun selalu mengeruk keuntungan sebesar-besarnya,” lanjut Haedar.

“Jika kesenjangan sosial terus dibiarkan akan mengakibatkan keresahan di masyarakat,” ujar Haedar.

Kembali ditambahkan Haedar, bangsa ini akan berkemajuan jika kepemimpinan di tubuh bangsa ini dari pusat hingga daerah memiliki pemikiran yang propetif dan transformatif, yaitu kepemimpinan yang sadar akan nilai-nilai berharga di dalam kehidupan berbangsa, termasuk nilai-nilai agama, dan nilai-nilai pancasila.

Seorang pemimpin harus memiliki tiga hal penting, Pertama yaitu mampu memobilisasi kemampuan yang dimiliki oleh daerah dan bangsa. “Kedua yaitu kepemimpinan yang memiliki agenda perubahan, yaitu pemimpin yang mengetahui posisi dimana dia berada, dan bagaimana dia bergerak kedepan, bukan sekedar kepemimpinan yang pragmatis,” ucap Haedar.

Ketiga yaitu kepemimpinan yang mampu memproyeksikan masa depan. “Hal ini berhubungan dengan visi, mau dibawa kemana bangsa ini,” tambah Haedar.

Selain itu, Haedar mengungkapkan, Muhammadiyah hadir untuk mencerahkan umat dan bangsa dengan spirit yang dinamis. “Muhammadiyah terus bergerak dan tumbuh kembang sebagai organisasi besar, dibalik kekurangan yang dimiliki, Muhammadiyah akan terus mengambil peran dalam mengentaskan kesenjangan dan luruhnya nilai-nilai kebangsaan yang terjadi,” tutup Haedar. (adam)

Berita Nasional

Shared:
Shared:
1