Yunahar Ilyas : Tidak Ada Aturan dari Allah untuk Membenci Orang yang Tidak Beriman

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 03 September 2016 13:34 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Sebagai seorang umat muslim sudah sepatutnya saling bantu-membantu dalam hal kebaikan. Aturan tersebut pada dasarnya tidak hanya berlaku kepada sesama muslim, melainkan kepada seluruh umat manusia.

"Allah itu memiliki sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim, rahmat Allah dengan memberi kasih sayang ke seluruh umat manusia, baik itu muslim, maupun kafir sekalipun, semuanya tidak ada bedanya," tutur Yunahar Ilyas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (3/9) dalam Kultum Ba'da Dzuhur.

 Memberikan bantuan berupa makanan kepada seseorang tidak perlu menanyakan apa agamanya, dan status sosialnya. Seperti kisah Nabi Ibrahim AS yang menolak untuk mengajak makan seorang penyembah berhala, dan kemudian ditegur oleh Malaikat Jibril.

Kemudian malaikat Jibril berkata kepada Nabi Ibrahim AS. "Mengapa kamu tidak mengajak orang kafir itu makan ? Kamu tau tidak, penyembah berhala itu usianya 70tahun, dan sudah selama 70 tahun itu pula Allah beri dia makan, meskipundia tidak menyembah Allah".

Kembali dilanjutkan Yunahar, melalui ucapan Malaikat Jibril tersebut terkandung pesan bahwa tidak ada aturan dari Allah bila tidak beriman lalu tidak diberi makan, maupun bantuan lainnya.

"Rahmatnya Allah yaitu dengan memberi kasih sayang kepada seluruh umat manusia, tidak ada aturan dari Allah siapa yang tidak beriman kepada ku tidak boleh menghirup udara, tidak boleh makan, dan lain-lain," jelas Yunahar.

 "Melainkan kasih sayang Allah ituberlanjut sampai akhirat, yang diberikan secara khusus terhadap orang yang berimana saja. Melainkanorang kafir tidak berlaku kasih sayangnya di akhirat," tutup Yunahar. (adam)

 

Berita Nasional

 

Shared:
Shared:
1