Haryono Suyono Lepas KKN UMM

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 20 Januari 2012 19:41 WIB

 

Malang- Ketua yayasan Damandiri, Prof. Dr. Haryono Suyono memberi apresiasi positif pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal ini diungkapkannya saat menjadi narasumber pembekalan dan Kuliah Umum sekaligus pelepasan peserta KKN di UMM Dome, Jumat (20/1). Sejumlah 1.497 peserta mengikuti acara yang dipandu Pembantu Rektor III, Joko Widodo itu.

 

Menurut Haryono, UMM telah membuktikan sebagai kampus yang memiliki kepedulian tinggi kepada masyarakat di pedesaan sehingga sejak berdirinya belum pernah putus mengirim mahasiswanya membantu masyarakat. KKN di UMM mengalami kemajuan dari waktu ke waktu. “Ini dibuktikan dengan pembinaan mahasiswa UMM kepada masyarakat melalui program Posdaya yang menjadikan kelompok masyarakat tersebut meraih prestasi,” kata mantan Menteri di masa Presiden Soeharto itu.

 

Joko membenarkan, KKN UMM sudah berlangsung lebih dari 30 tahun. Hanya saja, dulu KKN dikorrdinasikan oleh jurusan atau fakultas, sekarang menjadi KKN terpadu tingkat universitas yang memadukan berbagai kemampuan mahasiswa untuk membantu memberdayakan masyarakat. “Sampai saat ini KKN tetap menjadi program prioritas universitas dalam pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, peserta KKN disebar ke berbagai pelosok daerah di Jawa Timur, seperti di kabupaten Malang, Probolinggo, Jombang, Lumajang, Tulungagung dan Kabupaten Magetan. Di masing-masing daerah itu mahasiswa dibimbing oleh pimpinan Muhammadiyah setempat yang sekaligus menjadi pembimbing lapangan selain dari dosen UMM. “Koordinasi kami lakukan secara intens dengan pimpinan daerah dan cabang Muhammadiyah di mana mahasiswa kami tempatkan,” terang Joko.

 

Selain KKN reguler, kata Joko, UMM juga menggelar KKN khusus. Yakni mengirimkan mahasiswa yang terseleksi untuk membantu penanganan bencana, membuat program khusus di daerah tertinggal, serta menangani amal usaha Muhammadiyah yang masih membutuhkan bantuan. “Misalnya, kami pernah mengirim mahasiswa pasca tsunami Aceh, gempa Padang dan meletusnya gunung Merapi. Kami juga mengirim ke sebuah desa di Ponorogo yang memerlukan penanganan khusus pada kasus keterbelakangan mental dan membedah rumah warga setempat,” terangnya.

 

Haryono Suyono, yang juga ketua umum DNIKS, dalam orasinya dengan tema “Melalui Posdaya sebagai Pusat Gerakan Indonesia Entaskan Kemiskinan di Desa”, mengatakan bahwa untuk terjun ke masyarakat saat ini kita harus mengerti keadaannya, karena seperti yang kita tahu masyarakat sekarang sudah jauh berbeda dengan masyarakat 70 tahun lalu yang masih rendah dalam pendidikan. Masyarakat sekarang menunjukkan kemajuan dengan kecerdasan yang mereka miliki. Walaupun dalam berbagai bidang keadaan masyarakat berbeda baik itu sosial ekonomi maupun pendidikan namun tingkat kemiskinannya pun jauh lebih tinggi. “Miskin sekarang beda dengan miskin 70 tahun yang lalu. Orang miskin sekarang mempunyai handphone,” tambahnya.

 

Tokoh asal pacitan ini juga menjelaskan peran KKN tematik Posdaya dalam pemberdayaan keluarga. Dalam hal ini program pertama dalam KKN adalah bagaimana mengantar keluarga-keluarga di pedesaan dalam mengentaskan kemiskinan. “Akan tetapi orang yang mendadak kaya juga banyak sehingga kesenjangan itu terlihat semakin jelas dalam masyarakat pedesaan,” ujarnya.

 

Haryono mendukung sikap Bupati Malang yang akan menjadikan Kabupaten Malang sebagi kabupaten modern. Dengan kekuatan mahasiswa, dia optimis akan menjadikan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pencapaian MDG’s tercapai. Program ini juga disertai aksi yang sifatnya pemberdayaan masyarakat. Pembangunan di Indonesia sendiri adalah pembangunan yang berkeadilan dan pro aktif.

 

“Selain itu yang paling penting adalah mahasiswa KKN juga harus membuat keluarga di pedesaan harus saling peduli,” pintanya. Hal ini dapat dibangun melalui kemitraan yang tergambar dalam pembentukan Posdaya. Dengan itu akan membentuk peta keluarga yang harmonis.(www.umm.ac.id)

Shared:
Shared:
1