Petani, Kadin dan Pemuda Muhammadiyah Jabar akan Berdialog soal Pemasaran

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 01 September 2016 20:05 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG -- Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat (PWPM Jabar) menilai kendala usaha yang kerap dihadapi petani saat ini adalah pada pemasaran. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah Jabar bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat akan menyelenggarakan dialog tentang pemasaran.

“Kegiatannya insya Allah pada hari Minggu, 4 September 2016 di Sentra Produk Mangga Gincu, Tomo Sumedang. Pak Agung Suryamal Sutisno, Ketua Umum Kadin Jabar akan menjadi pembicara kunci dan berdialog dengan para kelompok petani se-Sumedang, anggota DPRD Sumedang akan hadir juga menjadi narasumber,” kata Ketua PWPM Jabar, Iu Rusliana kepada Muhammadiyah.or.id, di Bandung, Kamis (1/9).

Dialog ini, kata dia, akan digelar dengan suasana santai dan lesehan. Nantinya, Iu Rusliana memberitahukan, para petani dapat mengajukan pertanyaan sebebas mungkin tentang problem memasarkan produk pertanian kepada narasumber. Harapannya, petaniakan mendapatkan informasi detail dan jelas.

“Pak Agung sendiri sempat menawarkan outletnya di Pasar Induk Caringin, saya kira ini tawaran bagus dan harus dimanfaatkan,” ujarnya.

Pemuda Muhammadiyah, lanjut Iu Rusliana, berkomitmen untuk berjuang melakukan apa yang disebut jihad Ekonomi-Pertanian. “Saat kami bertemu Pak Agung, beliau sangat fokus pada pengembangan produk-produk pertanian sebagai ciri khas daerah di Jawa Barat. Karena itu, tawaran kerjasama dan membahas soal ini langsung disambut baik. Pak Agung bercita-cita mengembangkan daerah berdasarkan potensi ekonominya masing-masing,” katanya.

Menurut dosen filsafat UIN Bandung ini, harga produk pertanian di pasaran sangat murah.Sementara di supermarket bisa berkali lipat. Dengan demikian, ia menambahkan, petani kehilangan daya tawarnya, dan selamanya tidak bisa meningkatkan taraf hidupnya.

Bagi Pemuda Muhammadiyah, jihad ekonomi pertanian, merupakan sebuah komitmen untuk membela para petani. “Jangan terus petani miskin, sementara ada alur distribusi yang terputus, dimana para tengkulak yang menikmati untung besar. Petani harus diberdayakan, dan kader Pemuda Muhammadiyah yang bergerak di pertanian harus dibantu bidang pemasarannya,” jelasnya.

Iu Rusliana mengatakan, Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat terus berkomitmen merealisasikan program-programnya berdasarkan lima jihad, yaitu jihad ekonomi, jihad anti korupsi, jihad lingkungan, jihad anti kekerasan seksual dan jihad pembaharuan pemikiran Islam.

Dari lima jihad itu, diturunkan dalam bentuk limaprogram besar Jabar Beraksi. Jabar Beraksi bebas korupsi (jihad anti korupsi), Jabar Beraksi motekar dan mandiri (jihad ekonomi), Jabar Asri (jihad lingkungan), Jabar Serasi (anti kekerasan seksual) dan Jabar tercerahkan dan berinovasi (jihad pembaharuan pemikiran Islam).

“Setelah agenda tanggal 4 September nanti, kami akan launching program Jabar Beraksi di Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Cirebon dan Kuningan. Insya Allah, ini kontribusi kecil dari kami dan akan sangat bermanfaat bagi umat, bangsa dan persyarikatan,” katanya.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur:  Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1