300 Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah akan Bahas Model Pembinaan Santri

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 29 Agustus 2016 15:23 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAKASSAR -- Sebanyak 300 orang direktur pondok pesantren Muhammmadiyah se-Indonesia akan mengikuti Rapat Koordinasi Nasional di Ball Room Universitas Muhammmadiyah Makassar (Unismuh) pada  28-30 Oktober 2016. Acara ini pun akan dibuka langsung oleh  Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammmmadiyah, Haedar Nashir.

Tak hanya itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy juga direncanakan akan menghadiri rapat koordinasi nasional yang akan menentukan arah kebijakan pendidikan pesantren di Persyarikatan Muhammadiyah ini.

Lebih lanjut, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo akan menyampaikan keynote speech di hadapan para direktur pondok pesantren Muhammadiyah dalam acara tersebut.

Ketua Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren (LP3) Pimpinan Pusat Muhammmmadiyah, Masykur mengatakan, rapat koordinasi ini merupakan langkah yang sangat strategis bagi Persyarikatan Muhammmmadiyah. Sebab, kata dia, ini berhubungan erat dengan masa depan ribuan santri yang kini tengah belajar  di pondok pesantren Muhammadiyah se-Indonesia.

Menurut dia, Muhammadiyah selama ini memang telah berhasil melahirkan jutaan alumni dari sekolah yang dibinanya. Namun, dalam melahirkan ulama Muhammmadiyah, kata dia, masih amat terbatas. Padahal, terangnya, ulama Muhammadiyah merupakan ruh Persyarikatan Muhammmmadiyah sebagai kekuatan dakwah Muhammadiyah secara khusus dan umat Islam pada umumnnya.

Karena itu, Masykur menuturkan, dalam rapat koordinasi yang akan dihadiri para ulama besar Muhammadiyah yang menekuni pembinaan Pondok pesantren, akan memutuskan model pembinaan pondok pesantren yang berbasis  kemandirian dan kewirausahaan.

Lebih dari itu, model pembinaan itu juga diharapkan mendorong para santri memiliki kemampuan memahami kitab-kitab kuning serta kemampuan dalam berbahasa Arab dan Inggris yang fasih. Bahkan, katanya, wacana pengintegrasian ilmu pengetahuan umum dengan Al Quran dan Sunnah yang berbasis multimedia turut dimunculkan.

Dikatakan dia, aktualisasi kehidupan budaya Islam di pondok pesantren dan masyarakat juga menjadi perhatian khusus.

Ketua LP3 Muhammadiyah Pimpinan Wilayah Muhammmadiyah Sulsel, Lukman Abd mengatakan, insya Allah, Muhammmadiyah Sulawesi Selatan siap melaksanakan amanah sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakornas Pesantren se-Indonesia. Bahkan, ia memberitahukan, Muhammadiyah Sulawesi Selatan telah mempersiapkan segala kebutuhan dalam pelaksanaan tersebut dan akan menghadirkan seluruh santri pondok pesantren Muhammmmadiyah se-Sulawesi Selatan.

Redaktur: Ridlo Abdillah

 

 

Shared:
Shared:
1