Haedar Nashir : Remaja Indonesia Kini Menjadi Anak Android

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 29 Agustus 2016 13:57 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TARAKAN- Remaja Indonesia saat ini selain memiliki orang tua biologis, juga memiliki orang tua android. Dimana waktu anak remaja saat ini dihabiskan untuk berinteraksi dengan media sosial dan juga gadget. Fungsi dan peran kemajuan teknologi tersebut menjadi paradoks di kehidupan masyarakat.

"Remaja saat ini hidup sehari-harinya di dunia digital, bahkan kedekatan remaja saat ini dengan android melebihi kedekatan mereka dengan orang tuanya sendiri," ucap Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam acara Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) Regional Kalimantan yang diselenggarakan sejak tanggal 27 hingga 28 Agustus 2016 di Tarakan, Kalimantan Utara.

Lebih lanjut Haedar mengatakan, jika hal ini terus-terusan terjadi maka nilai-nilai yang menjadi panutan remaja saat ini bukan lagi orang tua biologisnya, melainkan media sosial, gadget, dan teknologi-teknologi lainnya yang dekat dengan kehidupan remaja.

"Mengatasi hal itu, banyak keluarga yang memandang untuk menghindari kemajuan teknologi dengan lari kebelakang, dan anti dengan segala-galanya, dan ada juga keluarga yang menjadi liberal serta sekuler dan memandang segala-galanya benar," ucap Haedar.

Kedua hal tersebut kata Haedar tidaklah menyelesaikan masalah, Islam adalah agama yang menawarkan kemajuan. Namun, kemajuan yang ditawarkan berdasarkan prinsip-prinsip atau value yang luhur. Sehingga orang tua tidak bisa seutuhnya menyalahkan perkembangan teknologi, melainkan harus mengambil peran dalam mengontrol anak-anak dalam menggunakan teknologi tersebut.

"Orang tua harus bisa membatasi anaknya dalam berhubungan dengan dunia digital saat ini, jangan sampai remaja Indonesia menjadi anak asuh android," tutur Haedar.

Menyikapi perkembangan dunia digital tersebut Muhammadiyah harus mengambil peran dakwah pencerahan, yang dapat disalurkan melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), salah satunya dalam bidang pendidikan. "Saya pikir Indonesia berkemajuan dapat terwujud, jika Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan dapat bersinergi membangun bangsa ini," tutur Haedar.

Dalam acara tersebut turut hadir Asisten Gubernur Kalimantan Utara, Walikota Tarakan, Ketua DPR Tarakan, serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah se Kalimantan. (adam)

Shared:
Shared:
1