NA Tentang Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 29 Agustus 2016 09:57 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) ke XIII telah usai dilaksanakan di Yogyakarta, Ahad (28/8). Diyah Puspitarini pun akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2016-2020.  

Selain itu, salah satu dari hasil Muktamar NA ke XIII kali ini adalah pendeklarasian aksi Setop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

“Kami dari Perempuan NA seluruh Indonesia sangat menentang segala hal yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan khususnya anak di Indonesia,” kata Janisah, anggota sidang Komisi C Muktamar NA yang mewakili dalam deklarasi itu di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Sebelumnya, sidang Komisi C Muktamar NA membahas mengenai aksi dan rekomendasi NA terhadap isu-isu aktual yang terjadi di Indonesia.

Janisah menambahkan, aksi ini dilakukan karena melihat maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Dan kekerasan, katanya, bisa menjadi penghalang bagi cita-cita Muhammadiyah untuk memajukan bangsa. “Masa depan anak kita mendapat perlakuan yang tidak semestinya,” ujarnya.

NA, lanjut Janisah, berharap kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dihentikan. Jika kekerasan dihentikan, maka, terang dia, perempuan Indonesia bisa menjadi perempuan yang berkemajuan dan menciptakan kemandirian bangsa.

“Muktamar ini akan kami jadikan momentum yang strategis untuk mengajak perempuan seluruh Indonesia agar menentang kekerasan ini, dan menjaga hak anak kita agar masa depan mereka menjadi cerah dan mencerahkan,” jelasnya.

 

Reporter: Bobby Gilang

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1