Diyah Puspitarini Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah periode 2016-2020

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 28 Agustus 2016 15:30 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL- Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang merupakan salah satu ortom Muhammadiyah baru saja menggelar Muktamar yang ke-13. Muktamar yang diselenggarakan sejak tanggal 25 hingga 28 Agustus 2016 bertempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut telah menetapkan Ketua Umum PP NA yang baru, yaitu Diyah Puspitarini menggantikan Norma Sari yang telah menjabat sebagai Ketua Umum PP NA periode 2012-2016.

Wanita kelahiran Gunungkidul 19 Januari 1984 yang kesehariannya sebagai Guru tersebut sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris 1 PP NA periode 2012-2016. Terpilihnya Diyah sebagai Ketua Umum PP NA berdasarkan hasil keputusan rapat formatur, yang mana sebelumnya telah terpilih sembilan formatur saat muktamar melalui sistem e-voting. Kesembilan formatur tersebut diantaranya yaitu  Norma Sari, Khotimun Sutanti, Ariyati Dina, Diyah Puspitarini, Rifaatul Mahmudah, Ulfa Mawardi, Alfia Nuriska, Fatma Wulandari, dan Elyusra Muallimin.

Pada Muktamar kali ini, dihasilkan pula Pernyataan Sikap dan Rekomendasi yang disampaikan oleh Kharisatun, Ketua Bidang Kader Pimpinan Daerah NA Kebumen, yaitu demi terciptanya  peradaban masyarakat yang ramah perempuan dan anak yang dilandasi oleh nilai-nilai profetik, maka Nasyiatul Aisyiyah meminta secara tegas pada KPI untuk menghentikan tayangan yang kontennya tidak mendidik, seperti Reality Show, yang mana telah mengajarkan anak-anak untuk melakukan bulliying kepada temannya, dan juga tayangan-tayangan berlebihan dan tidak berkualitas. 
 
"Selain sinetron-sinetron yang mengajarkan kekerasan dan pergaulan bebas, dan Iklan-iklan yang mengeksploitasi perempuan," ucap Kharisatun.
 
Lebih lanjut Kharisatun mengatakan bahwa pendidikan seksualitas yang universal komprehensif penting dilakukan oleh semua pihak keluarga, sekolah, dan masyarakat bagi anak dan remaja. Serta menghimbau gerakan Strong from Home, yaitu menciptakan lingkungan rumah yang sehat, kuat baik secara fisik, psikhis, dan spiritual.
 
NA turut Mendesak segera disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, serta pengawasan terhadap PERPU No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, mengingat berbagai kerentanan yang timbul seputar hukuman kebiri dan belum adanya mekanisme utuh merehabilitasi korban.
 
" Kami juga mendorong kebijakan penerapan  Full Day School dengan tetap memperhatikan hak anak untuk bebas bereksplorasi, bermain, dan mengeluarkan pendapat, agar tidak terjadi pemaksaan dan eksploitasi, juga memperhatikan konteks  geografis dan sosiologis masyarakat," tutur Kharisatun.
 
NA juga berharap agar aparat pemerintah seperti Polisi, untuk merespon secara cepat setiap pengaduan kasus-kasus kekerasan terhadap anak.
 
" Kami berharap pengelola amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah agar membangun fasilitas ruang publik yang ramah perempuan dan anak, misal Ruang Laktasi, Tempat Pengasuhan Anak (Day Care), Cuti dalam tanggungan bagi karyawan perempuan yang melahirkan," ucap Kharisatun.

Penutupan Muktamar yang diselenggarakan pada Minggu (28/8) tersebut ditutup secara langsung oleh Siti Noorjannah Djohantini, Ketua Umum PP Aisyiyah. (Adam)

Shared:
Shared:
1