Dahlan Rais : PTM Harus Menjadi Agent of Change

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 27 Agustus 2016 16:12 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA - Perguruan Tinggi pada dasarnya merupakan wadah berkumpulnya kaum cerdik, pandai, dan inovatif. Selain itu, Perguruan Tinggi juga memiliki berbagai disiplin ilmu, yang diharapkan melalui ilmu-ilmu yang ada tersebut dapat membawa perubahan bangsa kea rah yang lebih baik.

“Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) harus mampu menjadi agent of change,” ungkap Ketua PP Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais, Sabtu (27/8) ketika membuka kegiatan Workshop Pengkaderan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah sejak tanggal 27 hingga 28 Agustus 2016 bertempat di Burza Hotel.

Lebih lanjut Dahlan mengatakan, agent yang dimaksud disini bukanlah seperti agent koran. “Agent yang dimaksud yaitu PTM harus menjadi penggerak suatu perubahan di masyarakat, bukan sebagai loker koran,” tegas Dahlan.

“Demi waktu sesungguhnya Muhammadiyah akan merugi, terkecuali jika PTM yang saat ini ada mampu membawa perubahan yang besar bagi Persyarikatan maupun bangsa Indonesia,” tambah Dahlan.

Selain itu, Dahlan juga berharap agar PTM mampu menumbuhkan spirit kemasyarakatan. “Saya berharap PTM dapat memasukan khazanah keilmuan ke dalam bidang-bidang ilmu, misalnya ilmu ekonomi, sosial, maupun astronomi,”jelas Dahlan.

Melalui khazanah keilmuaan tersebut maka semakin membuktikan bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin. “Islam tidak akan pernah pudar, meskipun zaman semakin berubah, melalui pengembangan khzanah keilmuan tersebut maka agama Islam akan tetap responsive,” tutur Dahlan.

Terkait dengan pengkaderan di tingkat PTM, Dahlan mengatakan melalui Baitul Arqam merupakan cara yang efektif. “Pengkaderan selain melalui kegiatan Baitul Arqam, dapat juga dengan memberikan pemahaman yang lebih jauh terkait AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan),” jelas Dahlan.

Ketua MPK PP Muhammadiyah, Ari Anshori mengatakan, berkembangnya fungsi dan kualitas perkaderan yang sistemik pada saatnya akan menghasilkan kader militant, berkompeten, dan dapat meningkatkan peran kader Muhammadiyah dalam perkembangan global.

“Peningkatan dan pengembangan perkaderan ini perlu dilakukan secara terus menerus, khususnya bagi PTM. Sehingga dapat meningkatkan dan mengembangkan pengayaan software dan hardware perkaderan,” tutup Ari. (Adam)

Shared:
Shared:
1