Keberdayaan Perempuan Memiliki Dampak dalam Perekonomian dan Kependudukan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 27 Agustus 2016 14:15 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID., BANTUL – Keberdayaan ekonomi perempuan memiliki posisi yang sangat penting dalam peningkatan kemandirian bangsa. Era keterbukaan ekonomi global ini yang menjadikan perempuan harus mampu produktif agar dapat bersaing dengan Negara lain. Namun keberdayaan ini memiliki dampak negative bagi pertumbuhan jumla penduduk di Negara tersebut.

“Peningkatan ekonomi perlu didukung melalui keberdayaan perempuan agar mereka mampu bersaing di era keterbukaan ekonomi global,” ungkap Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bambang Cipto, dalam Muktamar Nasyiyatul ‘Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (27/08).

Bambang menjelaskan pentingnya pemberdayaan perempuan berdasarkan rendahnya perekonomian bangsa karena kurangnya peranan perempuan di sektor tersebut.

“Keberdayaan perempuan sangat penting karena sebagian besar perempuan melakukan pekerjaan rumah yang nyaris tidak ada waktu dalam peningktan pendidikan pada wanita,” terang Bambang.

Selain itu, Bambang mengakui adanya ketimpangan pada pendapatan perempuan, jumlah korban jiwa saat terjadi bencana, dan perlakuan perempuan yang di nomor duakan dibandingkan dengan laki-laki.

“Penghasilan perempuan dinegeri maju cenderung lebih rendah dibanding penghasilan pria, ini salah satu penimpangan bagi perempuan, selain itu load pekerjaan perempuan jauh lenih tinggi dibandingkan laki-laki,” terangnya.

Berdasarkan latar belakang di atas, lanjut Bambang, muncul angin segar yang bertiup dari Barat tentang keberdayaan ekonomi.

“Tujuan utama dari isu/konsep keberdayaan ekonomi perempuan adalah mendorong perempuan di Negara berkembang untuk mandiri dan bebas berkarya, namun kelemahannya dalam jangka panjang perempuan yang merdeka ini semakin kurang tertarik untuk berkeluarga/menunda perkawinan,” ungkap Bambang.

“Dalam jangka panjang pertmbuhan penduduk akan berkurang sehingga mengurangi persaingan ekonomi dunia, dalam era ketika ekonomi Barat semakin menurun maka keberdayaan ekonomi perempuan Negara berkembang akan menurunkan penduduk dan memperkuat perekonomian Barat kembali,” tuturnya.

Bambang mengungkapkan isu keberdayaan perempuan ini memiliki maksud tujuan agar Negara Maju lebih kuat perekonomiannya, namun menurunkan jumlah penduduk bagi Negara Berkembang.

“Upaya ini dimaksudkan untuk menurunkan pertumbuhan penduduk, dalam jangka panjang diharapkan penurunan penduduk akan membuat perekonomian Barat kembali menguat,” terang Bambang.

Keberdayaan ekonomi perempuan, lanjut Bambang, mirip dengan kebijakan KB dimasa lalu sehingga pertumbuhan ekonomi dapat menurun.

“Keberdayaan ekonomi perempuan bagus bagi peningkatan peran dan kemakmuran perempuan dan masyarakat, namun pada saat yang sama akan memperlambat pertumbuhan ekonomi Negara berkembang,” tutup Bambang.

 

Kontributor : Nuurwachid

Redaktur : Fauziah Mona

Shared:
Shared:
1