Desy Ratnasari: Perempuan NA Harus Mampu Menunjukkan Eksistensinya di Kancah Nasional

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 27 Agustus 2016 00:58 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL- Saat ini, jumlah perempuan masih sangat minim dalam hal berpolitik, baik dikancah daerah maupun nasional. Sedangkan kondisi pemasalahan perempuan di Indonesia masih relatif tinggi, oleh karena itulah dibutuhkan adanya perempuan yang mampu dan siap untuk mengurai permasalahan tersebut dengan salah satu caranya adalah terjun kepada kancah perpolitikan Indonesia.

Desy Ratnasari, Anggota Komisi VIII DPR RI pada Jumat (26/8) dalam acara Sidang Pleno Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) bertempat di Gedung Sportorium UMY menyampaikan. “Kita sebagai perempuan harus mampu menunjuKkan eksistensi kita di kancah nasional, karena kita harus mampu menyuarakan aspirasi perempuan Indonesia yang saat ini masih kurang disuarakan," katanya.

Namun demikian, Muhammadiyah secara tidak langsung telah mendorong pemberdayaan perempuan khususnya melalui sayap-sayapnya yang salah satunya adalah Nasyiatul Aisyiyah (NA) itu sendiri.“Keberadaan Muhammadiyah sangat berkontribusi bagi keberlangsungan pembangunan bangsa kita saat ini, terutama pada bidang pendidikan serta sosial budaya. Dan juga NA sangat membantu dalam hal terkait pada pemberdayaan perempuan bangsa," jelas Desy..

Desy berharap pada muktamar NA kali ini akan menghasilkan perempuan yang cerdas, tangguh, serta siap bersaing dikancah nasional untuk memberikan dukungan serta turun tangan dalam mensejahterakan perempuan di Indonesia.

Desy menambahkan. “Saat ini, kita jangan hanya berdiri ditempat saja. Kita sebagai perempuan harus keluar dari lingkaran tersebut agar dapat menjadi perempuan yang mandiri serta berkualita,”tambahnya.

Dalam muktamar kali ini, NA telah mempersiapkan dengan segala pengetahuannya mengenai perempuan. sehinga segala hal yang terkait dengan perempuan memiliki fasilitas yang memadai dalam kebutuhan yang dimiliki sebagai peran ganda perempuan, bukan hanya berorganisasi akan tetapi juga sebagai seorang ibu.

Sebelum menutup,Desy menyampaikan. "Dengan adanya ruang laktasi serta educare yang disedikan dalam muktamar ini menunjukan bahwa perempuan NA sangatlah profesional dan berkompeten dalam mengurus dirinya sebagai peran ganda dikehidupannya. Ini menunjukan bahwa perempuan NA sangat berkualitas dan juga multitasking," tutupnya. (adam)

Kontributor: Bobby Gilang

 

 

 

Shared:
Shared:
1