Menteri Kesehatan: Kesehatan Manusia dapat Diukur dari Produktifitas

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 26 Agustus 2016 19:16 WIB

 

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL- Kesehatan pada dasarnya tidak hanya dapat dilihat dari jasmaninya saja, melainkan dapat diukur dengan produktifitas yang dilakukan, utamanya suatu hal yang memiliki nilai guna, baik bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa.

 

Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek Jumat (26/8) dalam Sidang Pleno II Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyebutkan bahwa saat ini populasi penduduk di Indonesia tengah meningkat dengan jumlah usia produktif yang paling banyak. 

 

“Saat ini jumlah penduduk usia produkti di Indonesia telah mencapai 150 juta jiwa, dibandingkan dengan total jumlah penduduk keseluruhan sebesar 250 juta jiwa. Sebenarnya di dalam jumlah yang begitu banyak juga merupakan tanggung jawab untuk menghantarkan mereka menjadi manusia yang berkualitas,” ujar Nila.

 

Nila berharap masyarakat usia muda dapat membantu membangun bangsa, dan juga membantu mereka yang sudah tidak bisa produktif dan para manula (manusia usia lanjut). Hal ini sesuai dengan dengan nawacita kelima Presiden RI, Joko Widodo. “Karena pada tahun 2030-2035 jumlah penduduk yang produktif ini adalah peluang bagi Indonesia untuk mendapatkan bonus demografi,” ujarnya.

 

"Artinya kalau jumlah besar ini produktif, tentu kita akan menjadi bangsa yang kuat sekali,” tegas Nila.

 

Meskipun demikian, Nila menjelaskan akan ada dua tantangan internal dan eksternal yang harus dihadapi. Secara internal, letak geografis Indonesia yang sangat luas tentu menjadikan fasilitas dan infrastruktur di setiap daerah berbeda-beda. Hal tersebut juga yang dapat mempengaruhi kualitas penduduknya, yang apabila suatu penduduk tidak produktif, maka disebut Nila, dapat menyebabkan angka kemiskinan yang meningkat di daerah tersebut.

 

Sedangkan dari faktor eksternal, disebut Menteri Kesehatan, bahwa Indonesia sudah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang berarti mobilitas penduduk dunia semakin tidak terbatas. "Sudah tidak ada batas antar negara, dan juga antar manusia. Kita mengetahui sekarang (manusia) dengan mudah melakukan urbanisasi, untuk mencukupi kehidupannya. Tidak hanya orang yang masuk ke negara kita saja, tetapi penyakit-pun juga," tambah Nila.

 

Selain itu Nila juga mengingatkan kepada para peserta untuk senantiasa membantu menjaga ibu hamil.

 

“Hal ini dikarenakan manusia produktif itu berasal dari ibu hamil. Harapannya setiap kehamilan ibu itu terencana dan sesuai harapan. Karena dengan demikian, kehadiran sang anak berarti diinginkan dan anak akan mendapatkan kasih sayang, yang kemudian mempengaruhi kualitasnya,” tutup Nila. (adam)

 

Shared:
Shared:
1