PW IPM DIY Adakan Gerakan 1000 Iqra untuk Anak Indonesia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 26 Agustus 2016 14:15 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) senantiasa konsen terhadap isu literasi dengan gerakan iqra’nya. Selama ini telah banyak gerakan iqra’ dan gerakan literasi yang ditelurkan oleh IPM di berbagai tingkatan pimpinan. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PW IPM DIY) tak terkecuali, kegiatan seperti diskusi, workshop atau seminar literasi kerap diadakan.

Pada tahun 2016 ini PW IPM DIY menyelenggarakan gerakan iqra’ yang berbeda dari biasanya, yaitu “Gerakan 1000 Iqra’ untuk Anak Indonesia”.

Gerakan 1000 Iqra’ untuk Anak Indonesia diselenggarakan pada tanggal 20 hingga 21 Agustus 2016. Kegiatan ini dilaksanakan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulonprogo. Disetiap penyelenggaraan kegiatan dibantu oleh Pimpinan Daerah IPM se-DIY.

Iqra’ yang terkumpul sejumlah lebih dari 1000 dan berasal dari donasi peserta Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) di berbagai sekolah Muhammadiyah di DIY. Tidak hanya buku Iqra’ saja yang disumbangkan, terdapat beberapa Al Quran dan bacaan islami turut disumbangkan dalam kegiatan tersebut. Sasaran kegiatannya adalah TPA/TPQ di masjid-masjid, sekolah dan pondok pesantren yang membutuhkan.

Gerakan ini merupakan program kerja bidang Kajian Dakwah Islam PW IPM DIY. Selain penyerahan iqra’ dan buku islami, terdapat pemberian motivasi tentang pentingnya belajar Al-Qur’an oleh PW IPM DIY.

Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam PW IPM DIY, Zuvita Nandiastika mengatakan, kegiatan ini sebagai langkah untuk menumbuhkan kecintaan kepada alqur’an bagi generasi muda. “Saat kegiatan berlangsung diselipkan agenda motivasi mengenai pentingnya belajar al qur’an dan keutamaan menghafal alqur’an agar muncul kecintaan pada alquran bagi generasi muda kita,” ucapnya.

Ketua Umum PW IPM DIY, Azhar Nasih Ulwan mengatakan, Gerakan 1000 Iqra’ untuk Anak Indonesia ini merupakan kegiatan yang baik dalam membentuk karakter keislaman dan sebagai tameng dari gerakan sekulerisme yang merebak. “Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat membentuk generasi yang kembali kepada al quran, mempelajarinya, mencintainya dan mengamalkannya sehingga muncul generasi yang qurani, bukan generasi yang sekuler,” tutupnya. (adam)

Kontributor: IPM DIY

 

Shared:
Shared:
1