Muhadjir Effendy: Nasyiatul Aisyiyah Harus Mampu Berkontribusi dalam Memajukan Sektor Pendidikan Usia Dini

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 26 Agustus 2016 09:45 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID., BANTUL – Pembangunan suatu bangsa tidak akan lepas dari peranan perempuan yang terdidik dan berkarakter. Pembangunan karakter menjadi fokus utama Presiden Joko Widodo, khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI agar dapat bersaing di pasar Global

 “Saat ini Pemerintah masih mencari terobosan untuk menghadapi persaingan global, salah satunya adalah peningkatan karakter bagi masyarakat di Indonesia,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy, dalam pembukaan Muktamar Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) ke- 13 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jum’at (26/08).

Muhadjir juga menjelaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa, karena menurut falsafah, perempuan itu tiang negara.

Perempuan harus terdidik agar mampu memberikan kontribusi, khususnya di bidang pendidikan. “Peranan perempuan sangat penting terutama pada sektor pendidikan, untuk itu perempuan harus terdidik dan memiliki etos kerja yang tinggi,” ujar Muhadjir.

“Seperti Mars NA, kini sudah lebih dari 80% anggota NA merupakan insan yang terdidik dan siap mendidik generasi penerus bangsa,” terangnya.

Selain itu, Muhadjir mengajak agar NA pro aktif dan solid dalam peningkatan Sumber daya manusia (SDM) pada pendidikan, khususnya di sektor pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar

“Peranan NA sangat penting khususnya dalam mendidik anak di usia dini dan dasar karena dari dasarlah pendidikan karakter dapat terpatri dalam diri anak,” terang Muhadjir.

Muhadjir mengungkapkan pendidikan karakter dapat terbentuk melalui interaksi anak dengan keluarga. “NA juga harus merumuskan pendidikan parenting agar proses pembentukan karakter dapat terlaksana dilingkup keluarga,” tuturnya.

Diakhir sesi, Muhadjir menyampaikan amanat Presiden RI, Joko Widodo, agar bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan, baik pada sektor anak usia dini, dasar, menengah, maupun vokasi, serta mempersempit penimpangan. 

Reporter : Nuur Wachid

Redaktur : Adam

Shared:
Shared:
1