Suyatno : Universitas Muhammadiyah Bandung Harus Menjadi Solusi bagi Masyarakat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 23 Agustus 2016 14:22 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG – Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang, terutama dalam bidang pendidikan. Tidak diragukan lagi kemampuan Muhammadiyah dalam mengelola institusi pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.

Melalui SK Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi N0. 205/KPT/I/2016 tanggal 14 Juni 2016, Muhammadiyah akhirnya dapat meluncurkan  Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), yang menjadi perguruan tinggi Muhammadiyah pertama dalam bentuk universitas di kota Bandung.

Suyatno, Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung mengungkapkan bahwa hadirnya UMB ini akan memeberikan tambahan sumber daya manusia yang berpendidikan tinggi bagi kota Bandung, Jawa Barat dan juga negara Indonesia.

“Lahirnya UMB ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam hal mengejar ketertinggalan Angka Partisipasi Kasar (APK) di Jabar,” jelas Suyatno.

Dalam sambutannya, Suyatno juga menyampaikan bahwa pendirian UMB ini merupakan perjuangan yang cukup panjang, bahkan sudah lima kali melakukan pembentukan panitia pendirian.

“Pada akirnya rekomendasi yang diberikan oleh pemerintah propinsi Jabar dan juga dukungan keluarga besar Muhammadiyah Jabar membuahkan hasil,” jelas bendahara umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Menurut Suyatno kehadiran UMB di tengah masyarakat harus memberikan kontribusi dan solusi bagi pembangunan SDM di Bandung. “UMB tidak oleh menjadi problem bagi masyarakat, akan tetapi harus mampu menjadi solusi untuk permasalahan di masyarakat kota Bandung khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya,” imbuhnya.

Dalam kalimat penutup sambutannya, Suyatno menyampaikan bahwa komitmen membangun UMB adalah mewujudkan univeitas yang mampu berkompetensi, mampu berprestasi dan juga menjadi bagian dari gerakan dakwah persyarikatan Muhammadiyah.

“UMB ini dididrikan melalui prosedur pendirian sesuai undang-undang yang berlaku. Oleh sebab itu, kampus ini akan menjadi kampus yang memiliki integritas yang kuat dan taat pada peraturan,” ungkap Suyatno.

“Dengan mengambil konsep Islam Technopreneurship University,  pendirian UMB ini merupakan bagian dari perwujudan cita-cita Kemenristekdikti untuk membangun lebih banyak pendidikan sains dan teknologi,” tutupnya.

Saat ini UMB akan menempati gedung yang  berada di Jalan Palasari, kota Bandung yang telah memiliki 11 program studi yang terdiri dari program studi berbasis saintek dan humaniora sosial.

Reporter/Redaktur : Monaatalina

 

 

Shared:
Shared:
1