Majelis Tarjih Bentuk Tim Khusus untuk Uji Validasi Kalender Global Hasil Kongres Turki

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 22 Agustus 2016 19:30 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID , YOGYAKARTA – Halaqoh Ahli Hisab dan Fiqih Muhammadiyah merupakan agenda Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dalam acara yang diselenggarakan di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sejak tanggal 20 Agustus hingga 21 Agustus 2016 ini terdapat agenda penyampaian hasil Uji Validasi Kalender Global Kongres Turki.

Perbedaan kalender hijriah di dunia Islam seperti menjadi sesuatu yang sangat biasa, termasuk di Indonesia. Khususnya pada bulan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah yang menjadi momen perdebatan yang bersifat massal.

Beberapa usaha telah dilakukan untuk mempersatukan perbedaan kalender hijriah ini, termasuk momen saat diadakannya Kongres Penyatuan Kalender Hijriah Internasional 2016 yang diselenggarakan atas kerja sama pemerintah dunia dan organisasi Islam di Turki pada bulan Mei lalu.

“Menyikapi hasil kongres Turki tersebut Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah membentuk suatu tim  yang beranggotakan 5 orang, guna menghitung ulang hasil kalender dari kongres tersebut," ungkap Rahmadi Wibowo selaku perwakilan anggota tim lima pada Minggu (21/8).

Lima anggota tim lima tersebut diantaranya yaitu, Adi Damanhuri dari Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Ruswa Darsono dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UM Surakarta), Oman Fathurrohman Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Sriyatin Shadiq anggota Divisi Hisab dan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) PP Muhammadiyah, dan Rahmadi Wibowo.

“Kelima anggota tim tersebut menguji validitas kalender 100 tahun kedepan dimulai dari tahun 1441H dan masing-masing individu menganalisa 20 tahun yang artinya 240 bulan”, ungkap Rahmadi.

Dalam melakukan uji validasi tersebut tim lima dapat menggunakan beberapa alat hitung yang sudah memiliki standar khusus. “Memungkinkan apabila ada perbedaan hasil dari uji validasi ini apabila menggunakan alat yang berbeda, perbedaan itu juga bisa jadi tidak jauh.”, ujar Adi Damanhuri.

Kalender Islam global terpadu hasil Kongres Turki 2016 merupakan momen penyatuan umat Islam di dunia, walau penerapannya masih  membutuhkan waktu dan telaah yang lebih dalam lagi.

Dalam uji validasi kalender ini dibutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam penerapannya, minimal dalam proses perhitungannya, karena dalam satu momen konjungsi harus memperhatikan hampir semua kawasan bumi.

“Kalender Islam Global terpadu hasil Turki 2016 ini sudah layak kita terapkan untuk kalender hijriah yang akan kita gunakan.”, tutup Adi. (adam)

 

Reporter : Syifa Rosyiana Dewi

Shared:
Shared:
1