Melalui APKKM FK UMM Bangun Sinergitas Antar PTM

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 21 Agustus 2016 18:06 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG- Berdirinya Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertujuan untuk menjalin kerjasama baik dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri untuk mengembangkan ilmu dan tekhnologi kedokteran.

 Guna mewujudkan hal tersebut, FK UMM bersama 10 universitas Muhammadiyah se Indonesia melakukan Pertemuan Tahunan Asosiasi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan Muhammadiyah (APKKM) yang ke 4. Dalam acara tersebut, Fauzan, Rektor UMM mengungkapkan bahwa setiap perguruan tinggi Muhammadiyah yang mempunyai FK, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Keperawatan, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), serta Farmasi perlu membuat sinergisitas antar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

“Membangun sinergi antar AUM memang sangat susah, maka dari itu hadirnya asosiasi ini salah satu bentuk untuk membangun sinergisitas itu,” ujar Fauzan saat membuka acara yang dilaksanakan di Amarta Hills, Batu mulai tanggal 20 Agustus hingga 21 Agustus 2016.

Dalam acara yang bertemakan Membangun Kolegalitas APKKM Menuju Indonesia Berkemajuan di Era MEA, Fauzan menjelaskan adanya perkumpulan tersebut merupakan ajang untuk saling membantu antar universitas Muhammadiyah. Senada dengan Fauzan, Dekan FK UMM, Irma Suswati, menyatakan tujuannya diadakannya pertemuan kali ini untuk saling menguatkan antar universitas Muhammadiyah dalam bidang kedokteran dan kesehatan.

Selain itu, pertemuan ini juga diharapkan dapat menghasilkan sebuah kerjasama antar universitas Muhammadiyah. Irma menyebutkan, untuk lingkup dalam negeri nanti akan dibahas tentang kerjasama pendidikan elektif antar universitas Muhammadiyah. Jadi, lanjut Dosen FK UMM ini, bisa saling berbagai ilmu karena diantara 10 universitas Muhammadiyah ini memiliki keunggulan yang beragam sehingga pemerataan keunggulan bisa dilakukan diberbagai AUM.

 “Misal Universitas Muhammadiyah Palembang (UM-Palembang) mempunyai penguatan dalam bidang kedokteran herbal. Nah, nanti dicoba kita berangkat mahasiswa UMM ke FK UM-Palembang untuk belajar atau penelitian,” jelasnya

Dalam acara ini juga akan membahas kerjasama internasional yang telah dilakukan oleh universitas Muhammadiyah lainnya. Irma mencontohkan, jika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pernah melakukan kerjasama dengan Australia atau negara lainnya pada pertemuan ini akan dibagi. “Kalau misal UMM bekerjasama dengan Autralia juga seperti yang UMY lakukan bisa atau enggak. Itu yang ingin kita rumuskan, kita bagi agar semuanya bisa berjalan bersama-sama,” ujarnya.

Seluruh hasil dari pertemuan APKKM ini akan ditindaklanjuti dalam bentuk pengimplementasian. Irma menjelaskan pada tahun 2017 program kerjasama itu dapat dilakukan. Harapan yang paling besar adalah dari pertemuan ini setiap peserta memiliki ciri khas masing-masing dalam disiplin ilmu kedokteran dan kesehatan. Kolaborasi antar universitas Muhammadiyah juga bisa menjadi contoh bagi universitas lain untuk mengembangkan ilmu kedokteran dan kesehatan ini.

 “Jika semuanya dilakukan secara bersama-sama akan lebih mudah mencapai tujuan yang ditarget insyaallah,” tutup Irma. (adam)

Kontributor: Humas UMM

 

 

 

Shared:
Shared:
1