MDMC Kota Malang Sosialisasikan Program Sekolah Aman Bencana

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 21 Agustus 2016 10:07 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG-- Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu, namun sekolah tidak luput dari musibah yang bisa saja tiba-tiba terjadi. Hal ini yang melatarbelakangi Lembaga Penaggulangan Bencana (LPB) atau yang lebih dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center(MDMC) Kota Malang untuk mensosialisasikan sekolah aman bencana atau save school (20/8).

Dalam sosialisasi yang diadakan di kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang tersebut setiap guru sekolah Muhammadiyah se-Kota Malang dibekali tentang berbagai cara penyelamatan pertama ketika ada bencana.

“Bencana tidak bisa diprediksi kedatangannya, maka dari itu setiap sekolah perlu diberi edukasi terkait proses penyelamtan dan sebagainya,” ujar Mukhammad Fathoni, Ketua MDMC Kota Malang.

( Baca Syamsul Anwar : Dibutuhkan Upaya Yang Besar Dalam Memperkenalkan Kalender Hijriyah Global ke Masyarakat )

Menurut Fathoni, gagasan tentang sekolah aman bencana ini merupakan gagasan lama yang perlu ditindaklanjuti untuk seluruh sekolah di Kota Malang. Tidak hanya mensosialisasikan tentang sekolah aman bencana tersebut, MDMC Kota Malang juga turut telah membuat kurikulum dalam pembelajaran sekolah aman bencana tersebut.

“Tahapan yang dilalui dari sosialisasi ini guru pertama kali akan diberikan pelatihan bagaimana menyelamatkan siswa, kemudian diajarkan bagaimana menenangkan siswa dalam keadaan genting serta menghubungi pihak-pihak terakit untuk proses selanjutnya,” tutur Fathoni.

“Kami bekerjasama dengan seluruh elemen Muhammadiyah yang ada di Kota Malang ini untuk kesuksesan program ini,” jelas dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) tersebut.

( Baca  NA Kampanyekan Kota Pendidikan Ramah Perempuan dan Anak )

Nantinya, MDMC Kota Malang bekerjasama dengan pemadam kebakaran, rumah sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), LAZISMUdan sebagainya. Penanganan yang dirancang adalah penanganan bencana yang terintegrasi antara satu dengan lainnya. Fathoni berharap dengan penanganan terintegrasi ini dapat meminimalkan korban yang jatuh ketika ada korban.

Pelatihan tentang sekolah aman bencana sudah pernah diberikan di Kabupaten Malang pada tahun 2013. Ia mengaku, sosialisasi yang diadakan di Kabupaten Malang dikarenakan salah satu daerah di Malang Selatan sering mengalami banjir dan setiap warga perlu diberikan edukasi serupa.

( Baca Haedar Nashir : 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia Saatnya Bebas dari Segala Penajajahan Baru )  

Sekolah aman bencana ini merupakan solusi yang diberikan oleh MDMC setelah adanya gempa Yogyakarta 2006 silam. “Pada saat itu hingga milyaran rupiah kerugian dan korban yang jatuh juga banyak, maka dari itu kami melaksanakan ini sebagai bentuk preventif,” tegasnya.

Selain itu, juga pernah diadakan pengadaan rumah sakit aman bencana  di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang dan sudah sampai pada tahap simulasi.  Sosialisasi rumah sakit aman ini tidak berhenti ketika simulasi berakhir, namun juga dibarengi dengan video pembelajaran yang dapat menunjang program ini. “Adanya video pembelajaran ini diharapkan dapat diputar di sekolah sehingga bisa diserap oleh siswa dan guru,” tutup Farthoni saat diwawancarai tim redaksi muhammadiyah.or.id.

 

Kontributor : Abdul Jalil M

Redaktur : Monaatalina 

Shared:
Shared:
1