Syamsul Anwar: Dibutuhkan Upaya yang Besar dalam Memperkenalkan Kalender Hijriyah Global ke Masyarakat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 21 Agustus 2016 07:31 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Muhammadiyah mengupayakan terwujudnya kalender Islam yang berlaku secara Internasional sesuai amanah Muktamar ke-47 di Makassar pada 2015 silam.

Kalender Islam Internasional sangat penting untuk menyatukan peribadatan Umat Islam di dunia. Selain itu, kalender ini diharapakan dapat menengahi adanya perbedaan dalam menentukan hari besar.

“Kasus yang sering muncul adalah penentuan awal puasa bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah, sehingga umat Muslim sering mengalami perbedaan hari dalam menjalankan peribadahan,” kata Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, saat diwawancarai oleh redaksi muhammadiyah.or.id pada Sabtu (20/08).

Penyatuan kalender hijriyah global diputuskan dalam Kongres Internasional Penyatuan Kalender Hijriah di Istanbul, Turki pada 30 Mei 2016. “Hasil dari kongres di Istanbul ini merupakan kulminasi dari upaya setengah abad dalam penyatuan kalender Islam yang kontroversial, kesepakatan kalender hijriyah global ini melalui pemungutan suara,” ungkap Syamsul.

Kalender hijriyah global menggunakan kriteria imkanu rukyat. “Kaidah penentuan kalender hijriyah Internasional menggunakan kriteria imkanul rukyat dengan ketinggian titik bulan 5 derajat dan elungasi jarak matahari adalah 8 derajat,” kata Syamsul.

“Apabila itu terpenuhi di 1 tempat di dunia, maka keesokan hari nya adalah 1 bulan baru,” tuturnya.

Terkait penggunaan metode imkanu rukyat, Syamsul tidak mempermasalahkannya walaupun pada dasarnya Muhammadiyah menggunakan metode wujudul hilal dalam penentuan awal bulan.

“Muhammadiyah menggunakan wujudul Hilal, sedangkan Kalender global menggunakan imkanu rukyat, maka apapun kriterianya hasilnya sama kecuali detail tertentu,” terang Syamsul.

Syamsul juga mengungkapkan kalender hijriyah global belum dikenal oleh masyarakat, sehingga memerlukan penjelasan akan pentingnya menggunaan kalender hijriyah global.

“Memang diakui konsep kalender global belum banyak dipahami dikalangan masyarakat, sehingga perlu upaya keras dalam menjelaskan substansi dan manfaat penerapan kalender hijriyah global ini,” tutupnya. (adam)

Kontributor: Nuur Wachid

Shared:
Shared:
1