Haedar Nashir: MuON, Langkah Awal Mempelopori Kalender Islam Internasional

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 20 Agustus 2016 16:22 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID., YOGYAKARTA – Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah resmi memiliki Pusat Tarjih dan Muhammadiyah Observatorium Network (MuON). Pusat Tarjih dan MuON ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Haedar berharap adanya Pusat Tarjih dan MuON akan menjadi pelopor lahirnya kalender Islam Internasional. “Adanya pusat Tarjih dan MuON ini menjadi pijakan dalam riset soal falak dan astronomi kedepan, sehingga Muhammadiyah akan memelopori lahirnya kalender Islam Internasional,” ungkap Haedar saat diwawancarai oleh redaksi muhammadiyah.or.id pada Sabtu (20/08).

Perkembangan teknologi seharusnya menjadi pendukung peradaban manusia. “Pada saat ini, Muhammadiyah dan kaum Muslimin berada di abad ke-21 dimana teknologi semakin canggih, sehingga seharusnya kaum Muslimin dapat memanfaatkan kemajuan tersebut sebagai peningkatan peradaban manusia dan Islam,” terang Haedar.

Haedar juga mengungkapkan adanya MuON sebagai kemajuan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, serta sebagai penanda dari perjalanan Muhamamdiyah abad kedua.

Selain itu, adanya Pusat Tarjih merupakan penerus dan pengembangan dakwah yang dirintis oleh KH Ahmad Dahlan. “Ilmu falak dalam penentuan kalender sebenarnya sudah dirintis oleh KH Ahmad Dahlan 100 tahun yang lalu, maka adanya Pusat Tarjih ini diharapkan dapat melanjutkan perjuangan pendiri Muhammadiyah,” terang Haedar.

Hasil riset dari Pusat Tarjih Muhammadiyah diharapkan dapat memberi masukan dalam menentukan kebijakan Pemerintah. “Hasil kajian ini diharapkan dapat memberi masukan ke Pemerintah dalam menentukan suatu hal yang berkaitan dengan ilmu falak dan astronimi,” jelas Haedar.

Kedepannya pemerintah, lanjut Haedar, mampu menggunakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam memutuskan suatu kebijakan yang berkaitan dengan astronomi dan falak.

Islam di Indonesia dapat menjadi rujukan dunia tidak hanya dibidang budaya. “Umat Islam di Indonesia tidak hanya mengekspor nilai-nilai budaya Nusantara saja ke seluruh dunia, melainkan mampu menunjukkan Islam Indonesia yang maju dibidang IPTEK dan peradaban, maka inilah bentuk Islam yang Berkemajuan,” tutup Haedar. (adam)

Kontributor : Nuur Wachid

Shared:
Shared:
1