Mendikbud Minta Muhammadiyah Bentuk Relawan Tuntaskan Program Kartu Indonesia Pintar

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 19 Agustus 2016 15:25 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Muhadjir Effendy mengharapkan, Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Muhammadiyah se-Indonesia turut serta membantu pemerintah memajukan pendidikan bangsa. Hal itu, dapat dilakukan oleh MPS dengan mendorong penuntasan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Saya senang sekali jika MPS men-supply relawan di daerah untuk memantau dan mendorong KIP segera berjalan lancar dan tepat sasaran,” tutur Muhadjir dalam acara Rakernas I Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (19/8).

KIP yang merupakan program perdana Presiden Joko Widodo ini sejalan dengan misi Muhammadiyah untuk menjauhkan anak bangsa dari ketertinggalan dengan bangsa lain. “Jangan sampai Muhammadiyah menjadi organisasi yang konglomerasi tetapi tidak terkait satu sama lain,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang pendidikan ini.

Sasaran dari KIP sendiri adalah anak-anak usia sekolah namun belum mampu bersekolah karena tersendat biaya. Anak-anak tersebut akan diberi kartu pintar untuk membebaskan biaya sekolah.

“Tapi kartu itu tidak akan bisa jadi uang sebelum dianter ke sekolah atau tempat kursus,” kata Muhadjir di hadapan pegiat sosial Muhammadiyah itu. Nanti, lanjut dia, sekolah yang akan mendaftarkan anak muridnya yang memerlukan kartu pintar ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

KIP ini, Muhadjir pun berharap, dapat tersebar dan dimiliki oleh anak-anak yang membutuhkan terutama oleh anak panti asuhan yang juga siswa sekolah atau akan bersekolah.

“Semua anak akan mendapatkan pelayanan pendidikan,” tegas Muhadjir yang menginginkan pendidikan Indonesia lebih maju.

“Saya sudah diwakafkan oleh Muhammadiyah untuk pemerintah. Tunjukkan kalau kita ini komunitas teladan dan beradab. Kita harusnya membawa pencerahan,” ucap mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

“Saya tidak gentar apabila masih sesuai visi presiden dan Muhammadiyah tetap dibelakang saya,” tambah Muhadjir lagi. (adam)

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

 

 

Shared:
Shared:
1