PWPM Sumut: Bentrokan yang Terjadi di Sari Rejo Seharusnya dapat Dihindari

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 19 Agustus 2016 13:52 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MEDAN- Pada Senin (15/8) telah terjadi bentrokan antara warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan dengan personil TNI Angkatan Udara.

Kejadian ini terjadi diduga karena adanya pemaksaan aparat TNI AU untuk mengosongkan lahan warga yang telah dimenangkan oleh salah satu warga di Mahkamah Agung (MA). Akibat terjadinya bentrokan tersebut mengakibatkan sekurang-sekurangnya 10 orang terluka.

Berbagai pihak turut memberikan komentar terkait insiden yang terjadi, salah satunya seperti diungkapkan oleh Basir Hasibuan, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara Mengatakan. “Kita sangat menyayangkan kejadian kerusuhan antara Warga Sari Rejo Polonia Medan dengan aparat TNI AU tersebut,” ungkap Basir saat dihubungi kontributor website muhammadiyah.or.id.

Basir juga menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan salah satu oknum TNI AU yang terekam kamera CCTV Masjid Al-Hasanah.  “Warga yang hendak melaksanakan shalat ashar juga digiring dari dalam masjid dan Kejadian ini juga sempat terekam kamera CCTV yang ada di Masjid Al Hasanah,” ungkapnya.

“Perlakuan pihak TNI AU terhadap rakyat yang memaksa memasuki masjid dengan menggunakan sepatu cukup mengejutkan kita,” tambah Basir.

Sementara Basir Hasibuan menambahkan Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara juga mendesak kepada Panglima TNI agar menjatuhkan sanksi yang seberat-beratnya kepada anggota TNI AU yang melakukan kekerasan dan melecehkan Islam atas peristiwa yang terjadi. (adam)

Kontributor: Syahrul Amsari

Shared:
Shared:
1