Haedar Nashir Dorong MPS Berikan Pelayanan Sosial Kepada Siapapun

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 18 Agustus 2016 18:07 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID. JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mendorong Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah seluruh Indonesia agar memberikan pelayanan sosial kepada siapapun. Yakni, pelayanan sosial tersebut tidak memandang suku, agama, ras atau golongan, sehingga pelayanan sosial Muhammadiyah dapat bersifat inklusif atau terbuka.

Dalam acara Rakernas MPS PP Muhammadiyah, di Cempaka Putih, Jakarta, Kamis siang (18/8),  Haedar menceritakan asal mula PKU Muhammadiyah berdiri dan diresmikan Kyai Ahmad Dahlan dengan nama Penolong Kesengsaraan Oemat (PKO). Hingga, PKO itu bertransformasi seperti sekarang yaitu Pembina Kesehatan Umum (PKU).

Peresmian ini dilakukan oleh Kyai Ahmad Dahlan pada 15 Februari 1923 yang berwujud klinik pengobatan gratis bagi siapa saja. Lalu, momen itu pun dijadikan hari kelahiran PKU Muhammadiyah.

Diketahui, peresmian PKU Muhammadiyah adalah tepat satu minggu sebelum KH Ahmad Dahlan meninggal dunia.

“Beliau dalam kondisi sakit, dan mamaksakan diri ketika meresmikan PKO hingga satu minggu kemudian meninggal dunia,” ujar Haedar.

Nilai juang yang dicontohkan oleh KH. Ahmad Dahlan inilah yang diharapkan dihayati oleh para pengurus MPS. Selain itu, ia juga menuturkan, MPS sekarang harus bisa menggali dan mengelaborasi praksis fungsi pelayanan sosial yang lebih tajam lagi. Hal ini terkait realita yang ada di masyarakat terutama pada anak-anak terlantar dan kaum dhuafa yang tidak dapat menikmati kemajuan dan kesejahteraan.

Haedar menegaskan bahwa bertauhid itu bukan sekedar hablumminallah, namun juga harus diikuti pada nilai-nilai kemanusiaan atau hablumminannas. Ia juga mengingatkan, kemanusiaan merupakan hal yang sangat mendasar dari teologi  Al-Maun.

”Jika panggilan sosial berdasar pada Al-Maun, maka akan punya komitmen dan daya jelajah yang tak pernah surut,” ucap Haedar di hadapan para pegiat sosial Muhammadiyah seluruh Indonesia itu.

Kontributor: Fathurrahman

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1