Ketua PP Muhammadiyah: Keluarga Hebat Dapat Melahirkan Generasi Cerdas dan Sehat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 15 Agustus 2016 14:24 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID., BANTUL – Tokoh-tokoh hebat dapat dipastikan terlahir dari orang tua yang hebat pula. Hal ini tidak lepas dari didikan keluarga agar anaknya kelak menjadi orang yang cerdas dan berguna.

“Keluarga yang hebat akan melahirkan generasi cerdas dan sehat, bahkan orang yang jenius pun belum tentu sukses tanpa bantuan dari keluarga,” terang Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, dalam sesi dialog di acara Tasyakur Milad ‘Aisyiyah ke-102 serta Launching Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY pada Minggu (14/08).

 Baiti Jannati dapat dirasakan melalui keluarga. “Apabila kita ingin merasakan kenikmatan surga di dunia ini, maka bangunlah keluarga kita agar dapat merasakan kenikmatan surga seperti makna baiti jannati,” ungkap Agus.

 Agus juga menjelaskan salah satu kompetensi anak yang tidak didapatkan di bangku kuliah adalah attitude atau sikap. “Anak belajar sopan santun, jujur, saling menghormati dan sikap lainnya ini terbentuk saat berada di keluarga,” terangnya.

Pada dasarnya, lanjutnya, sekolah hanya mampu membekali anak di ranah pengetahuan dan keterampilan, selanjutnya di ranah sikap dapat terbentuk melalui interaksi antara orang tua dengan anaknya.

Agus berharap agar kesibukan orang tua bukan menjadi alasan dalam membina keluarga. “Orang tuanya sibuk kerja sehingga anaknya terlantarkan, hal ini tidak dibenarkan,” jelasnya.

Agus pun mencontohkan orang hebat seperti Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Amien Rais. “Pak Amien, kita tahu sendiri betapa sibuknya beliau, namun beliau telah sukses membangun keluarga sehingga melahirkan anak-anak yang hebat, contohnya mas Hanafi Rais yang ada di depan ini,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Agus, orang tua harus memliki rasa diawasi gerak-geriknya oleh anak. Sehingga orang tua mampu memberikan teladan bagi anak-anaknya.

Agus berpesan kepada hadirin, khususnya Ibu-Ibu ‘Aisyiyah untuk menjaga keluaraganya dan memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. “Jadikan keluarga menjadi puncak karir anak-anak dan membangun kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan formal maupun nonformal,” tutupnya. (adam)

Kontributor: Nuur Wachid

Shared:
Shared:
1