Siswa SMAM 1 Gresik Wakili Indonesia dalam AFS Interculture Program di Swiss

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 13 Agustus 2016 10:41 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, GRESIK --  Muhammad Heaven Handoko, siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik yang saat ini duduk di kelas XII ini terpilih menjadi wakil indonesia dalam ajang AFS Interculture program di Swiss. Muhammad Heavan Handoko berhasil menyisihkan 600 siswa di Kabupaten Gresik dan satu-satunya dari 129 siswa yang lolos dalam seleksi terhadap 2 juta siswa se-indonesia.

Sebelum berangkat ke Swiss, Muhammad Heavan Handoko bersama kepala sekolah mendatangi bupati dan wakil bupati Gresik untuk berpamitan, berada di pendopo pemerintahan Kabupaten Gresik Heavan di temui Sambari Halim, Bupati Gresik dan Mohammad Qosim, wakil Bupati Gresik.

( Baca Muhadjir Effendy : Pengembangan Sekolah Vokasi Menjadi Prioritas Pemerintah )

Dalam kesempatan itu Sambari Halim mengungkapkan kebanggaannya terhadap Muhammad Heavan Handoko. “Semoga ini bisa memberikan inspirasi bagi siswa-siswa lainya yang ada di Gresik dan semoga Heavan bisa mengharumkan nama baik Kabupaten Gresik dan Indonesia,” ujarnya.

Selain itu Kepala SMAM 1 Gresik Ainul Muttaqin juga ikut merasa bangga dan bersukur atas prestasi anak didiknya,“ Kami akan selalu mendorong anak didik kami untuk terus berpreatasi dan mandiri dalam bidang yang d tekuninya” tegasnya.

( Baca Menteri Agama Sebut Tokoh Muhammadiyah Ciptakan Tradisi Mengkaji Ilmu Baru dari Al-Quran )

Rasa haru terpancar dari wajah kedua orang tua Heaven. Bercampur rasa bangga, mereka mengaku hanya bisa berdoa agar Allah SWT selalu memberi yang terbaik bagi anaknya. "Kami hanya bisa berdoa, semoga studi anak saya lancar dan berhasil,” ujar Arif Handoko didampingi isterinya.

Rencananya Muhammad Heaven Handoko bersama para peserta lain dari Indonesia bakal berkumpul di Jakarta 17 Agustus 2016 nanti, kemudian berangkat bersama dari Jakarta menuju ke Swiss.Anak dari pasangan suami istri Arif Handoko dan Umsullah Hariati yang tinggal di perumahan Gresik Kota Baru (GKB) tersebut akan belajar satu tahun di Swiss dan  langsung melanjutkan studinya selama lima tahun di Inggris.

 

Kontributor : Bary-Gresik

Redaktur : Fauziah

 

 

 

Shared:
Shared:
1