#FORTASI2016 Membangun Karakter Pelajar Kota Yogyakarta

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 11 Agustus 2016 16:46 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA-- FORTASI (Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa) Tahun 2016 PD IPM Kota Yogyakarta telah ditutup Ahad (9/8) lalu. Sangat banyak pengalaman yang dapat dipetik dari kegiatan ini. Utamanya,  Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Yogyakarta menggencarkan monitoring ke sekolah-sekolah menengah Muhammadiyah di Kota Yogyakarta.

FORTASI 2016 memang begitu luar biasa, dengan mengusung tema “Bersatu dalam Aksi, Bersatu untuk Mengabdi”, FORTASI 2016 beritikad untuk mempersatukan seluruh ranting sekolah menengah Muhammadiyah di kota Yogyakarta agar pelajar yang menjadi basis massa IPM menjadi pelajar yang dapat berkontribusi dan mengabdi pada persyarikatan, masyarakat, dan bangsa kedepannya.

Di sisi lain, FORTASI 2016 juga menghadapi tantangan yang cukup berat dan pelik, yaitu keluarnya Permendikbud tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). PLS secara umum tidak memperbolehkan pelajar berperan secara langsung pada masa orientasi bagi siswa baru, kontan saja hal tersebut membuat PD IPM Kota Yogyakarta ketar-ketir. Karena inti dari FORTASI adalah siswa, siswa yang menggerakkan, siswa yang memposisikan kreativitasnya.

Nabhan Mudrik, Ketua Tim Materi FORTASI mengungkapkan bahwa ada  beberapa penyesuaian dan perjuangan dan berhasil membuktikan bahwa FORTASI tidaklah seburuk citra MOS, malah cenderung lebih baik dibandingkan PLS.

“FORTASI memang dirumuskan untuk membuat akhlak pelajar yang menjadi siswa baru dapat terkondisikan dengan tetap melibatkan pelajar dalam kepanitiaan.” jelas kader alumni Muallimin ini.

FORTASI membuktikan bahwa kreativitas Pelajar Kota Yogyakarta begitu istimewa, menjadi sangat luar biasa jika dapat terkondisikan dengan semestinya. Dalam Penutupan FORTASI 2016 di Gedung DPD RI Yogyakarta, terlihat bahwa kegiatan ini digerakkan oleh pelajar bisa menjadi lebih baik dan penuh kegiatan-kegiatan kreatif, jauh dari unsur-unsur kekerasan dan unsur negatif. Ditambah lagi dengan keberadaan Semarak FORTASI yang diinisiasi PD IPM Kota Yogyakarta yang memperebutkan 32 piala dari 5 lomba membuat kesan kreatif dan meriah semakin menguat.

Ramadhani Gafar Utama, Ketua Umum PD IPM Kota Yogyakarta pada sambutan penutupan menyatakan bahwa, “Pelajar Muhammadiyah di Kota Yogyakarta dalam Fortasi 2016 telah membuktikan bahwa mampu menjadi teladan dan mengurangi kesan-kesan buruk yang selama ini melekat pada pelajar, seperti moral yang dilupakan. anarkisme, dan apatisme, “ jelasnya.

Selain itu, dari hasil pendampingan secara intensif oleh PD IPM Kota Yogyakarta di setiap ranting sekolah menengah Muhammadiyah di Kota Yogyakarta pun memunculkan kesimpulan bahwa pelajar memang memiliki kekuatan dan kreativitas yang lebih dari cukup untuk menjadi penggerak kehidupannya jika tersalurkan dengan baik.

 

Kontributor : Nabhan (ipmjogja.or.id)

Redaktur : Fauziah

Shared:
Shared:
1