Azyumardi Azra : Al-Quran Bukan Buku Sejarah !

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 11 Agustus 2016 10:36 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL -- Al-Quran merupakan sebuah kumpulan wahyu Allah SWT yang disampaikan kepad Nabi Muhammad SAW. Jika dilihat dari fungsinya Al-Quran merupakan sebuah petunjuk (huda li al-anas), penjelas (bayyinat), dan sekaligus pembeda (al-furqan) bagi umat manusia.

Namun Al-Quran bukanlah buku sejarah, karena di dalam Al-Quran tidak terdapat kerangka metodologi sejarah tertentu. “Al-Quran bukan buku sejarah, karena di dalamnya tidak menjelaskan secara lengkap tentang paradigma konseptual sejarah, meski terdapat ayat-ayat Al-Quran yang dapat menjadi landasan filsafat sejarah,” ungkap Azyumardi Azra, Guru Besar Sejarah Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis (11/8) bertempat di Gedung Ar Fachruddin B lantai 5 Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam acara Seminar Al-Quran yang merupakan serangkaian acara Festival Al-Quran UMY.

( Baca  Mendikbud Apresiasi Mobil Formula Hybrid Karya SMK Muhammadiyah 1 Imogiri )

Dalam konteks tersebut perlu disinggung tentang untuk apa sejarah diungkapkan, karena ada tiga macam sejarah. Pertama, sejarah sebagai moral lesson, pelajaran moral, ibrah atau tamsil. “Al-Quran mengungkapkan sejarah adalah untuk kepentingan pelajaran moral, bukan mendukung klaim-klaim tertentu,” ungkap Azra.

Al-Quran merupakan sumber yang sangat penting bagi umat muslim, terkait dengan paradigma dan ide dasar tentang sejarah dan sekaligus mengandung banyak contoh tentang peristiwa-peristiwa sejarah di masa lampau. “Dengan itu umat muslim yang bijak dapat mengambil langkah yang tepat dalam perjalanan sejarahnya baik secara pribadi maupun kelompok,” tambah Azra.

( Baca Menteri Agama Sebut Tokoh Muhammadiyah Ciptakan Tradisi Mengkaji Ilmu Baru dari Al-Quran )

Paradigma pemikiran historis (historical thought) yang terkandung secara implisit di dalam Al-Quran. “Dalam Al-Quran sejarah berlangsung secara linear dan progresif, paradigma sejarah Al-Quran berbeda dengan misalnya pandangan dalam agama Hindu, bahwa kehidupan ini adalah hanya maya dan sirkular, seolah tidak ada ujung,” jelas Azra. (Fauziah)

 

Reporter/redaktur : Adam Qodar

Shared:
Shared:
1