Muhammadiyah ASEAN Bagian dari Masa Depan Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 10 Agustus 2016 10:51 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Untuk mengahadapi arus globalisasi yang diikuti dengan liberalisasi dan kolonisasi ekonomi dan budaya ini terkadang suatu negara dan kebangsaan wawasannya tidak cukup memadai. Dalam hal ini, regionalisasi Muhammadiyah menjadi sebuah keharusan.

“Muhammadiyah ASEAN sendiri merupakan bagian dari masa depan Muhammadiyah,”  ungkap M. Habib Chirzin selaku Pemateri dalam Talkshow Pembukaan Festival Al-Quran pada Rabu (10/8) bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Melihat dari sejarah awal Muhammadiyah yang lahir lebih dulu dari Indonesia, telah memberi sumbangsih atas kearifan budaya. “Muhammadiyah telah menjadi penyangga budaya bagi keberadaan dan kelangsungan bangsa dan negara. Terutama bangsa Indonesia pernah mengalami masa kritis,” ungkap Habib.

“Muhammadiyah telah menyebarkan benih-benih kearifan sosial dan kearifan budaya yang mendasar untuk mengahadapi dominasi budaya akibat globalisasi,” tambah Habib.

“Muhammadiyah juga meyediakan suatu kearifan pribumi yang menyelamatkan dan mengembangkan genius lokal, seperti yang dipersonifikasikan oleh K.H.A Dahlan, K.H. Mas Mansyur, Buya AR Sutan Mansur, Buya HAMKA, AR Fachruddin, Amien Rais, Buya Syafi’i Maarif , dan tokoh-tokoh masyarakat ditingkat ranting maupun anggota jamaah yang bekerja keras lewat persyarikatan,” tutup Habib. (adam/syifa)

 

Shared:
Shared:
1