Menteri Agama Sebut Tokoh Muhammadiyah Ciptakan Tradisi Mengkaji Ilmu Baru dari Al-Quran

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 10 Agustus 2016 09:39 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL- Al-Quran merupakan basis ilmu yang memancarkan cakrawala. Al-Quran tampil memberikan inspirasi dan dorongan bagi kaum yang berfikir, khususnya yang membangun ilmu pengetahuan yang berijtihad.

“Banyak dari tokoh Muhammadiyah yang menjadikan Al-Quran sebagai kajian ilmu-ilmu terbaru, dan juga mentransfer pemahaman dalam Al-Quran secara utuh,” ungkap Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama Republik Indonesia pada Rabu (10/8) bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam Pembuka Acara Festival Al-Quran yang diselenggarakan oleh UMY.

Tokoh Muhammadiyah tersebut diantara lainnya yaitu Buya Hamka dengan Tafsir Al-Azhar nya, Hasbi As Sidqi dengan Tafsir An-Nur. “Para tokoh tersebut telah berperan dalam mentransfer pemahaman Al-Quran secara utuh,” ungkap Lukman.

Lukman juga mengungkapkan, Al-Quran tidak memberikan rumus-rumus ilmu pengetahuan secara detail. “Al-Quran menyuruh kita agar berijtihad mencari mutiara-mutiara ilmu yang belum ada selama ini,” ungkapnya.

Kegiatan Festival Al-Quran ini sangat penting untuk menciptakan tradisi baru dalam memberikan inspirasi dan dorongan bagi pemuda-pemuda Indonesia dalam mencintai Al-Quran. “Saya sangat mengapresiasi dengan terselanggaranya Festival Al-Quran ini,” kata Lukman.

Terlepas dari hal itu Lukman juga menambahkan, Indonesia perlu mengambil peran yang signifikan dalam menyikapi dunia Islam di Timur Tengah yang tengah berkecamuk. “Indonesia dapat mengambil peran yang signifikan, yaitu dengan menjadi model panduan oleh masyarakat muslim di dunia,” tambah Lukman. (adam)

 

Shared:
Shared:
1