Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Optimis Bangun Muhammadiyah Tower

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 06 Agustus 2016 18:48 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Najih mengatakan, terdapat beberapa program unggulan yang dilakukan oleh MEK di periode 2015-2020. Dan, dari program-program yang direncanakan itu, MEK siap bekerjasama dengan organisasi otonom, lembaga dan majelis lainnya.

“Saya siap untuk melakukan  kerjasama yang baik,” ujar Najih dalam Silaturahim Idul Fitri Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Jaringan Saudagar Muhammadiyah di Auditorium KH.Ahmad Dahlan, Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (6/8).

Program unggulan MEK salah satunya adalah Muhammadiyah Tower. “Muhammadiyah tower harus terwujud,” kata Najih dengan antusias. Rencana mendirikan Muhammadiyah Tower ini telah dikordinasikan dengan PP Muhammadiyah dan akan ditindaklanjuti.

Soal dana pembangunan Muhammadiyah Tower ini, kata Najih, terus didiskusikan dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Baginya, Muhammadiyah cukup cerdas untuk mencari dana dengan berbagai cara yang baik. Namun, hal yang paling penting, menurutnya, yaitu optimis untuk membangun gedung tertinggi di ibukota Indonesia ini.

Sehingga, Muhammadiyah Tower akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Muhammadiyah terutama dalam kemajuan bidang ekonomi. Di Muhammadiyah Tower ini direncanakan menjadi pusat bisnis dan aktivitas lainnya.

Program lainnya adalah membuat holding company. Ini, kata Najih, akan menjadi induk dari perusahaan-perusahaan yang ada di Muhammadiyah. Holding company yang akan diberi nama Kaffah ini, nantinya berfungsi sebagai kendaraan untuk mengelola amal usaha Muhammadiyah.

“Holding company itu namaya harus ada nama kaffah,” tutur Najih menyoal nama yang akan diberikan untuk perusahaan induk tersebut.

Kalau Kaffah ini sudah dinilai cukup kuat dan baik oleh PP Muhammadiyah, maka MEK akan melakukan kordinasi, penggabungan dan sinergi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di lingkungan Muhammadiyah. Untuk saat ini, terangnya, amal usaha Muhammadiyah dipersilakan untuk mengelola amal usahanya sekreatif mungkin.

Program MEK selanjutnya adalah sosialisai tax amnesty yang akan dilakukan pada 18 Agustus nanti. Najih mengatakan, sosialisasi ini dilakukan agar setiap warga Muhammadiyah, saudagar Muhammadiyah, ortom dan lainnya dapat memanfaatkan tax amnesty ini untuk aset aset yang dimilliki.

“Aset-aset kita yang belum dilaporkan bisa dilakukan tax amnesty,” ujar Najih tentang pembebasan pajak atau tax amnesty ini bagi mereka yang diwajibkan membayar pajak. Tax amnesty dilakukan dengan mengungkapkan semua harta yang dimiliki secara terperinci baik itu berupa uang maupun barang.

Najih pun mengungkapkan program MEK lainnya, yaitu pembinan 1000 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang akan bekerjsama dengan kementrian BUMN. Najih menilai, UKM merupakan salah satu sektor strategis dalam meningkatkan perekonomian negara. Karena itu, Najih berharap, adanya sinergi dari anggota Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) untuk menjalankan program ini.

JSM ini merupakan program informal MEK yang menghimpun pengusaha-pengusaha baik pengusaha Muhammadiyah maupun diluar Muhammadiyah dengan gerakan berbasis Muhammadiyah. “Jadi kita bebas, yang penting usaha bisnis berjalan bagus,” kata Najih tentang jenis bisnis usaha yang akan menjadi binaan MEK. 

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1