Busyro Muqoddas : Teorisme Harus Diberantas Secara Sistemik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 06 Agustus 2016 12:02 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Seminar Nasional “Kajian Hukum Terhadap Revisi UU No.15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme” pada Sabtu (6/8) digelar di Convention Hall Asri Medical Centre Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dalam acara tersebut  dihadiri Kapolri Tito Karnavian dan Busyro Muqoddas selaku Ketua PP Muhammadiyah.

Hukum adalah bagian penting dari tatanan suatu negara. Persoalan Bangsa yang dinilai kompleks, pelik dan rumit salah satunya yaitu perihal terorisme. “Persoalan terorisme ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Muhammadiyah. Karena apa? Ditakutkannya perilaku teroris ini memunculkan persepsi bahwa negara kita ini adalah negeri teroris," ungkap Busyro.

Dalam realitanya Bangsa Indonesia adalah bangsa yang humanis. Fakta sosial juga membuktikan bahwa sebenarnya masyarakat Indonesia ini adalah masyarakat yang religius. “Terorisme adalah musuh bersama yang harus diberantas secara sistemik dan terkonsep," tegas Busyro.

Meninjau agenda DPR tentang Revisi UU No.15 tahun 2003 perihal tindak pidana terorisme. PP muhammadiyah telah melaksanakan beberapa agenda untuk mendiskusikan hal tersebut. “Seminar ini diharapkan bisa mengemas permasalahan yang ada dan dapat dicari solusinya," tambah Busyro.

Kiranya perlu menimbang dengan pendekatan Pancasila dan UU 1945. Sehingga daftar inventaris masalah dapat terumuskan. PP Muhammadiyah juga mengharapkan UU yang baru dapat memenuhi perbaikan dalam tataran filosofis dan ideologis, sesuai sila kesatu dan kedua dalam Pancasila.

“Terorisme itu juga tidak bisa dilupakan dari gerakan radikal, sehingga diperlukan adanya edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak pada paham yang keliru," tutup Busyro.

Reporter: Syifa

Redaktur: Adam

Shared:
Shared:
1