Ini Empat Langkah Memperkuat Ukhuwah Umat Islam Versi Yunahar Ilyas

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 06 Agustus 2016 10:16 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Perbedaan-perbedaan di antara organisasi Islam di Indonesia bukan menjadi hambatan untuk bersatu dalam menyelesaikan tugas berdakwahnya. Karena, menurut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Yunahar Ilyas, perbedaan di antara organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Indonesia tidak begitu tajam. Apalagi kalau satu sama lainnya saling memahami.

“Ada empat langkah yang harus kita lakukan untuk ukhuwah Islamiyah. Dalam konteks ini, ukhuwah Islamiyah antar ormas,” tutur Yunahar dalam Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah dengan tema “Memperkuat Ukhuwah dan Kerjasama Umat Islam untuk Indonesia Berkemajuan" di Auditorium KH. Ahmad Dahlan, Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jum’at malam (5/8).

Pertama, ujar Yunahar, adalah ta’aruf yaitu saling mengenal antar ormas-ormas di Indonesia. Yunahar mengatakan, acara silaturahim dan pengajian yang saat itu dilaksanakan oleh PP Muhammadiyah pun merupakan moment yang pas untuk berta’aruf.

Setelah mengenal, dilakukan tahap tafahum yaitu saling memahami. Yunahar mencontohkan persoalan cara beribadah yang terkadang terdapat perbedaan seperti qunut dalam sholat. Kalau qunut, jelas dia, itu dari Nahdlatul Ulama (NU) atau Tarbiyah Islamiyah. Kalau tidak Qunut, imamnya dari Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia atau Persis. “Harus ada ta’aruf yang lebih mendalam supaya ada tafahum,” terang Yunahar dalam ceramahnya.

“Jadi dari hal besar sampai hal kecil kita tahu, untuk mengenal, jadi enggak terjadi salah paham,” kata dia tentang perbedaan-perbedaan dalam ormas Islam di Indonesia.

Tingkat yang terakhir, setelah tolong menolong adalah takaful, yaitu saling memberikan jaminan. Hal ini, Yunahar menjelaskan, mungkin tidak dilakukan perorangan, tapi bisa dilakukan antar organisasi. “Nah kuncinya itu biar kita bisa tetap bekerjasama adalah  saling memaafkan dalam hal-hal yang kita berbeda pendapat,” ujarnya.

Yunahar menerangkan, jika terdapat sepuluh pembicaraan yang akan disepakati namun hanya tiga yang sepakat, maka tiga kesepakatan itu harus menjadi prioritas dan dilakukan bersama-sama . Lalu, tujuh poin yang tidak dapat disepakati bisa ditinggalkan agar tidak menjadi perdebatan yang berkepanjangan.

“Toh kenyataannya dalam ormas-ormas Indonesia lebih banyak kita sepakat dibanding kita yang berbeda pendapat,” tutup Yunahar.

Turut hadir dalam pengajian ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir yang juga memberikan pengantar pengajian. Dan narasumber yang diundang PP Muhammadiyah yaitu Dr. Darwis Abu Ubaidah dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Ketua Umum Persatuan Islam, KH. Aceng Zakaria, dan Ketua Umum PB Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Prof. Dr. Muhammad Baharun.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1