Tiga Bank Syariah Dorong Pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 05 Agustus 2016 19:48 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan, harus ada komitmen dari setiap elemen masyarakat baik itu pemerintah, institusi maupun organisasi-organisasi yang ada di Indonesia untuk mensejahterakan rakyat.

Menurut Haedar, permasalahan yang dinilai cukup vital adalah kesenjangan sosial dan ekonomi. Karena itu, menurut Haedar, diperlukan sinergi dalam memajukan bangsa ini.

“Kami berharap bahwa ketiga bank ini dan yang lain, kita bekerjasama untuk lebih maju lagi,” ujar Haedar dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Bank Syariah Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Panin Syariah di Auditorium KH. Ahmad Dahlan, Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jum’at (5/8).

Muhammadiyah, terang Haedar, memiliki banyak Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Ini, kata dia, memang terdapat aspek desentralisasi, otonomi dan keberagaman pada AUM.

Namun, menurut Haedar, hal itu bukan menjadi hambatan yang tidak bisa diatasi dalam upaya menjalin kerjasama antara ketiga bank syariah tersebut dengan Muhammadiyah. “Tapi InsyaAllah kalau kita ikhtiarkan dari kedua belah pihak, akan makin berjalan baik dengan item-item kerjasama yang ditandatangani,” tutur dia.

Kesejahteraan, Haedar menerangkan, sesungguhnya tugas konstitusional negara berdemokrasi. “Kalo kita lihat konstitusi dasar, memajukan kehidupan bangsa, mencerdaskan, itu tugas negara yang representasinya adalah pemerintah,” ujarnya. Dia pun mengakui bahwa upaya mensejahterakan rakyat merupakan tanggung jawab bersama untuk meringankan beban pemerintah.

“Saya yakin Muhammadiyah  dengan kekuatan-kekuatan civil society yang dibangun ini, bisa di-backup untuk kesejahteraan bukan malah sebaliknya,” kata Haedar menyoal kesulitan regulasi ketika hendak meringankan beban negara dengan AUM yang kini justru terus berkembang dan semakin besar

Muhammadiyah, ujar sosiolog lulusan UGM ini, ikhlas dalam membantu pemerintah dengan mendirikan sekolah, pelayanan sosial dan kesehatan. Ini terkadang dimulai dari nol yang bersumber pada iuran dengan dana zakat, infaq dan sodaqoh. Nota kesepahaman ini kemudian dinilai sebagai tanggungjawab bersama untuk mensejahterakan umat.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Bukopin Syariah, Riyanto menuturkan, kerjasama ini dibangun menyangkut penggunaan jasa atau layanan dari Bank Syariah dan produk perbankan syariah melalui sistem integrasi keuangan atau biasa disebut layanan Cash Management.

“Kita sangat bersyukur bisa kembali dipercayai untuk menjadi mitra cash management Muhammadiyah. Kita menawarkan produk pendanaan dan pembiayaan dengan skim syariah, khususnya untuk membangun sebuah sistem informasi keuangan Muhammadiyah secara real time online melalui program manajemen kas,” kata Riyanto.

Ia memberitahukan, Bank Bukopin Syariah dengan Muhammadiyah tengah mengimplementasikan rencana strategis dalam bidang pendidikan seperti pembangunan universitas dan sekolah. Selain itu, di bidang kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan lainnya.

“Kerjasama ini akan memberikan manfaat dan maslahat baik langsung dan tidak langsung kepada umat serta masyarakat Indonesia yang pada akhirnya akan menjadikan industri keuangan syariah sebagai alternatif yang baik, menguntungkan, serta pilihan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1