Dahlan Rais: Pengurus Muhammadiyah Harus Mampu Melaksanakan Dakwah Kreatif

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 02 Agustus 2016 11:53 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANJARNEGARA -- Gerakan Muhammadiyah lahir tidak hanya untuk warga Muhammadiyah saja, namun juga untuk masyarakat secara secara keseluruhan. Sebab apa yang dikerjakan oleh Muhammadiyah, selain karena dukungan faktor internal, tidak bisa dilepaskan adalah dukungan dari faktor eksternal.

"Sesuai dengan jargonya gerakan pencerahan, maka dakwah Muhammadiyah harus kreatif dan inovatif. Tidak boleh monoton sebab bila masih sama dakwahnya yang itu-itu saja maka membosankan," ungkap Dahlan Rais pada Minggu (31/07) dalam acara Tabligh Akbar dalam rangka Hari Bermuhammadiyah di Pendapa Dipayudha Adigraha.

Karena itu, seorang pengurus Muhammadiyah harus siap melaksanakan dakwah kreatif. "Kalau sudah sepakat menjabat sebagai pengurus Muhammadiyah, maka seseorang harus siap untuk melaksanakan dakwah amar maruf nahi munkar," kata Dahlan.

( Baca Ini Kata Ketum PP Muhammadiyah Soal Enam Pilar Bangun Kekuatan Umat )

Kembali ditambahkan Dahlan, dalam perintah agama telah ditegaskan, seseorang disebut salih adalah karena kreativitas dan produktivitasnya. "Sangat keras bunyinya namun begitu adanya," kata Dahlan.

Setelah berkreasi dan berinovasi, maka hal selanjutnya yang harus dikerjakan adalah memperluas jangkauan dakwah. Saat ini Muhammadiyah telah tersebat di 34 Provinsi yang ada diseluruh Indonesia, dan hampir di semua Kabupaten telah ada Pimpindan Daerahnya.  Namun diyakini masih banyak wilayah yang belum terjangkau dakwah Muhammadiyah.

Setelah kedua hal tersebut, lanjutnya, maka seorang pengurus harus mampu melakukan diversifikasi dakwah dengan mecermati perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Bahwasanya sekarang ini dengan adanya perkembangan trend komunitas, maka Muhammadiyah harus sigap dalam menyikapi.

( Baca Muhammadiyah Adelaide Bedah Sejarah Jejak Muslim Pertama di Australia  )

“Ada kecenderungan masyarakat menyukai berkumpul dalam suatu komunitas. Bisa karena latar belakang profesi maupun komunitas karena hobby. Perubahan ini juga harus disikapi dan kita siap dengan dakwah untuk kalangan mereka," ungkap Dahlan.

Oleh karena itu, selain melakukan pembenahan factor internal juga perlu diperhatikan pembenahan faktor eskternal. Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir,  Minggu (31/07) di hadapan peserta Tablig Akbar dalam rangka Hari Bermuhammadiyah di Pendapa Dipayudha Adigraha.

“Kalau ingin gerakannya jalan, Muhammadiyah tidak bisa mengabaikan dua hal pokok yang merupakan faktor eskternal yaitu struktural dan kultural. "Struktural itu ya penguasa atau pemerintahan. Contoh paling dekat adalah penggunaan Pendapa. Kalau Muhammadiyah tidak baik sama Bupatinya tidak mungkin pendapa bisa dipakai," ungkap Tafsir, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

 

Kontributor: Eko Budi Rahardjo, Ketua MPI PDM Banjarnegara

Redaktur : Adam

Shared:
Shared:
1