STAI Muhammadiyah Bandung Ingin Cetak 1000 Kader Ulama

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 01 Agustus 2016 12:52 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG -- Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Bandung menginginkan generasi yang memiliki kemahiran abad 21. Untuk mewujudkan itu, salah satunya dengan menyelenggarakan program Ma'had Ali yang dinilai sebagai solusi dari tantangan di era kemajuan peradaban ini.

"Targetkan di Pimpinan Wilayah itu ada seribu ulama-mubalig untuk lima tahun ke depan," tutur Ketua STAIM Bandung, Dr. Hendar Riyadi, kepadaMuhammadiyah.or.id seusai Tasyakur 3 Dekade Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Bandung, Kamis (28/7).

Salah satu tantangan besar di Abad 21, menurut Hendar, adalah keringnya ulama-ulama terutama ulama tarjih dan ulama tablig. Karena itu, STAIM Bandung bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah Jawa Barat berupaya untuk mencetak ulama dan mubalig yang memenuhi tantangan zaman. Yaitu dengan membuka kesempatan para mahasiswa mengikuti program Ma'had Ali.

Hendar menyebutkan, diperlukan penumbuhan karakter diri yang otentik (self autentic) sebagai dasar kemahiran abad 21. Selain self autentic, diperlukan juga kemahiran dalam berpikir kritis, problem solving, dan melek teknologi. Terlebih lagi, didukung dengan kemampuan komunikasi tingkat tinggi agar generasi ke depan mampu berkolaborasi dengan lingkungan lokal maupun global.

“Untuk memecahkan tantangan abad 21 yang ini memang menjadi bagian agenda dari Muhammadiyah seperti yang dirumuskan di Makassar itu,” ujar akademisi dengan ciri khas berkacamata ini.

Hendar mengakui, tantangan STAIM Bandung memang cukup sulit. Namun dia cukup optimis dengan mahasiswa atau kader-kader yang dididik dengan berbekal ilmu agama di perguruan tinggi Islam tersebut. Khususnya, ujar Hendar, dalam bidang pendidikan yang akan didorong dengan Pendidikan Agama Islam.

STAIM Bandung pun kini memliki program pendidikan ekonomi syariah untuk menjadi pusat ekonomi dan kesejahteraan. Juga terdapat program pendidikan hukum Islam dan program pendidikan Komunikasi Penyiaran Islam.

”Menjadi pusat pengembangan kaderisasi ulama karena STAIM punya akhwal Al syakhsiyah,” kata Hendar.

Hendar berharap, amanah yang juga diberikan oleh PWM Jawa Barat agar STAIM Bandung juga menjadi sebuah Institut dapat terlaksana. Hendar juga memiliki harapan agar STAIM Bandung ke depannya memiliki gedung 'hijrah'.

Tentunya, terang Hendar, dengan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi untuk mengembangkan kampus keilmuan.

“Paling penting, kami mengharapkan bahwa STAIM ini menjadi pusat gerakan Islam berkemajuan di Jawa Barat,” tutur Hendar yang terus optimis terhadap kemajuan STAIM Bandung sebagai program kaderisasi ulama di Jawa Barat khususnya di Kota Bandung.

Program Ma'had Ali diluncurkan untuk mencetak 1.000 kader ulama dengan mengikuti program pendidikan strata 1 di STAIM Bandung, begitupun program pendidikan khusus lainnya di Ma'had Ali tersebut.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa
Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1