Muhammadiyah Adelaide Bedah Sejarah Jejak Muslim Pertama di Australia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 31 Juli 2016 09:01 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, ADELAIDE -- Pengurus Ranting Istimewa Muhamadiyah Adelaide (PRIMA) bekerjasama dengan Masyarakat Islam Indonesia Australia Selatan (MIIAS) menyelenggarakan seminar bertajuk 'The Traces of Early Moslem Pioner in Australia' pada Sabtu (30/7) bertempat di aula Marion Mosque.

Berry Devanda selaku Ketua PRIMA dlam sambutannya mengharapkan PRIMA dapat bersinergi dengan elemen dakwah lainnya di Adelaide dalam rangka pengembangan keumatan. Selain itu, PRIMA akan memfasilitasi kegiatan sejenis dalam rangka pengembangan intelektual. Hal senada juga diutarakan oleh Krisno selaku perwakilan MIIAS. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai komunitas muslim di Adelaide.

Pemateri dalam seminar ini adalah Mizanur Rasyidyangmemperoleh gelar Doktornya di Singapura. Saat ini, Rasyid menjadi tenaga pengajar pada Universitas of Adelaide dan merupakan pakar Architectural History.

Dalam mukadimah presentasinya, Rasyid menyebutkan 3 gelombang kedatangan muslim di Australia. Gelombang pertama berawal dari kedatangan muslim Makassar ke Australia pada abad ke 15. Selanjutnya, muslim Melayu berinteraksi dengan penduduk pulau Cocos dan pulau Krismas pada abad 18. Gelombang ketiga adalah kedatangan muslim Afganistan pada awal abad ke-19. 

“Kedatangan muslim di Australia berkontribusi pada perekonomian dan pengembangan infrastruktur di Australia,” papar Rasyid.

“Thomas Elder mendatangkan Muslim Afganistan beserta armada ontanya di Melbourne pada awal abad ke-19. Semenjak itu, ekspedisi muslim Afganistan membuka jalur perintis bagi pengembangan infrastruktur bagi jalur kereta api dan jalan. Jalur tersebut menghubungkan Australia bagian Selatan ke Utara dan jalur lainnya membentang dari Australia Barat ke Australia Timur,” jelas Rasyid saat menceritakan sejarah masuknya Islam di Australlia.

“Kehadiran muslim Afganistan turut memperkaya khazanah arsitektur di Australia. Mereka membangun masjid sebagai sarana peribadatan,” tambahnya.

Pada akhir pemaparannya, Rasyid menekankan bahwa jalan perintis yang ditemukan oleh muslim Afganistan menunjang perkembangan sektor ekonomi dan menyatukan kota-kota di Australia sebagai satu kesatuan. “Adapun masjid-masjid yang dibangun oleh muslim Afganistan menjadi simbolisasi eksistensi muslim di Australia,” tutupnya.

 

Kontributor : Hand

Redaktur : Monaatalina

Shared:
Shared:
1