Muhadjir Effendy : Budaya Sebaiknya Terintegrasi Dengan Sekolah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 30 Juli 2016 19:43 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA -- Rakernas Lembaga Seni, Budaya dan Olahraga (LSBO) telah berlangsung selama dua hari (29-30/7) di Kota Gudeg Yogyakarta. Pembukaan rakernas dibuka oleh Agung Danarto selaku Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sedangkan penutupan rakernas di tutup oleh Muhadjir Effendy Ketua PP Muhammadiyah yang baru saja dilantik menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

LSBO telah memiliki program yang tetap dan terarah sesuai hasil dari sidang rakernas ini. Keputusan LSBO ini mewujudkan hal yang kreatif tentang kebudayaan atas nama islam. Harapannya program itu dapat bersinergi dengan tujuan dakwah Muhammadiyah.

Muhadjir Effendy turut berbangga atas gagasan-gagasan LSBO dalam mengembangkan seni, budaya dan olahraga dalam ranah persyarikatan. “Budaya sebaiknya terintegrasi dengan sekolah,” ungkap Muhadjir, Sabtu (30/7).

Diharapkannya sekolah bukan menjadi hambatan bagi generasi muda bangsa untuk mengembangkan nilai-nilai seni kebudayaannya. "Sehingga pelajaran di sekolah tidak hanya terbelenggu dengan membaca, menulis, dan berhitung. Generasi muda khususnya di Indonesia memiliki potensi diluar akademik yang sama tinggi dengan generasi dunia lainnya," jelas mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang

Muhadjir juga menegaskan agar sekolah Muhammadiyah membuat kurikulum yang berkaitan dengan kebudayaan berikut kutipannya “Sekolah Muhammadiyah diharapkan menginisiasi adanya kurikulum tentang kebudayaan," sambung Muhadjir.

Dengan terbentuknya kurikulum kebudayaan tersebut sekolah Muhammadiyah dapat menjadi sekolah yang mempelopori kebudayaan. “Tentunya kebudayaan yang tidak menyimpang dari ajaran Islam,” tutup Muhadjir.

 

Reporter : Syifa

Redaktur : Monaatalina

Shared:
Shared:
1