Iu Rusliana: Jangan Pernah Biarkan Gagasan Besar Mati!

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 26 Juli 2016 15:13 WIB
 
MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Membumikan agenda lima jihad, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat bersiap meluncurkan agenda ‘Jabar Beraksi’. 
 
“Ruh gerakannya lima jihad yang telah kami sampaikan saat pelantikan 29 Mei lalu. Jihad melawan korupsi, jihad ekonomi, jihad untuk lingkungan, jihad dari kekerasan seksual dan jihad pembaharuan pemikiran Islam,” kata Ketua PWPM Jabar, Iu Rusliana, kepada Muhammadiyah.or.id, Selasa (26/7). 
 
Jabar beraksi ini, lanjut Iu Rusliana, merupakan jargon dan himpunan gerakan untuk kelima jihad itu yang dicetus usai Rapat Kerja Wilayah PWPM Jabar di Ciwidey, Bandung, Ahad (24/7). Direncanakan agenda ini pun akan disemarakkan pada bulan Oktober 2016 dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan di Muhammadiyah. 
 
“Organisasi otonom, Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jabar akan kami sinergikan agar gerakan ini benar-benar menjadi gerakan masyarakat sipil yang masif dan membumi,” ujar Iu Rusliana yang juga menjadi Wakil Sekjend  Kornas Fokal IMM ini.
 
Jabar beraksi mengandung makna Jawa Barat bebas dari korupsi. Ini merupakan gerakan masyarakat sipil dari Pemuda Muhammadiyah untuk menurunkan kasus korupsi. Pemuda Muhammadiyah Jabar, kata dia, juga akan membuat posko pengaduan korupsi. Dan pada 2017 akan membuat pilot project daerah bebas korupsi dan program anti korupsi lainnya.
 
Jabar beraksi ini akan diarahkan untuk merangkul seluruh elemen gerakan masyarakat sipil anti korupsi di Jabar. Karena itu, Iu menambahan, sinergi dengan berbagai pihak menjadi modal gerakannya. "Agar energi perubahan semakin membesar,” katanya.
 
Dalam konteks jihad ekonomi, Jabar beraksi juga dimaknai sebagai jabar mandiri dan berkreasi. Pemuda Muhammadiyah Jabar, terang dosen filsafat UIN Bandung ini, akan fokus pada program kewirausahaan. 
 
Bukan hanya sekedar pelatihan non formal, Pemuda Muhammadiyah Jabar pun akan mendorong kewirausaaan agar menjadi mata kuliah wajib di Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
 
Sebagai implementasi dari gerakan jihad lingkungan, Jabar beraksi mengandung makna Jawa Barat yang asri. Iu Rusliana menuturkan, Pemuda Muhammadiyah menginginkan lingkungan masjid menjadi tempat yang asri. "Program kecil, namun Insya Allah akan memiliki impact yang besar,” katanya. 
 
Untuk menghidupkan jihad pembaharuan pemikiran Islam, Iu mengatakan, angkatan muda Muhammadiyah akan menggelar Pengkajian Bulanan bersama. Itu sebagai kegiatan rutin sebagai ikhtiar menyegarkan gagasan pemikiran Islam. 
 
Sebab, menurut Iu Rusliana, pekerjaan memproduksi gagasan kini mulai membeku. Bahkan, katanya, orang-orang kini cenderung anti pembaharuan. 
 
“Muhammadiyah lahir sebagai gerakan pembaharuan. Jangan pernah biarkan gagasan besar mati. Jangan sampai organisasi ini menjadi rigid, kaku dan tidak mencerahkan. Anak muda harus terus berusaha menjaga daya kritisnya baik ke dalam maupun ke luar," ujar Iu Rusliana alumni IMM Jawa Barat itu
 
Iu menilai, sangat banyak agenda besar persyarikatan, keumatan dan kebangsaan yang menjadi pekerjaan rumah untuk dirumuskan. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah, tegasnya, harus berkontribusi, sekecil apapun itu dalam agenda besar tersebut. 
 
Lebih lanjut, pada konteks jihad anti kekerasan seksual, PWPM Jabar akan mencoba menguatkan sinergi dengan Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah. “Aisyiyah memiliki program cinta anak dan program lainnya. Sinergi menjadi kunci agar kita besar,” tegasnya.
 
Proses konsolidasi baik di tingkat internal dan eksternal Muhammadiyah Jabar, akan menjadi agenda kerja bulan Agustus 2016 ini untuk direalisasikan. Iu Rusliana mengaku bersyukur, energi jihad yang dimiliki pimpinan harian PWPM Jabar sangat luar biasa dan itu membuatnya optimis di era kepengurusan sekarang karena akan banyak kegiatan yang direalisasikan. 
 
“Agustus ini, agenda silaturahmi dengan pemangku kepentingan sudah terjadwal dan siap dilaksanakan. September agenda-agenda besar siap diluncurkan,” katanya.
 
Seluruh agenda yang disusun, prinsipnya untuk menguatkan daerah, penguatan internal PWPM dan berdampak bagi Muhammadiyah, umat dan bangsa. Dia memberitahukan, ada 20 lebih program yang disusun hingga 2019. 
 
"Sudah ada matrik waktu dan siapa saja yang bertanggungjawab. Sedang proses rekap dan setelah selesai akan menjadi acuan untuk dilaksanakan. Doakan kami agar dapat merealisasikannya sebaik mungkin. Sehingga PWPM Jabar yang mandiri, disegani dan berkemajuan, sebagai visi besar kami, dapat tercapai,” kata Iu Rusliana berharap. (adam)
 
Reporter: Ilma Aghniatunnisa
Redaktur: Ridlo Abdillah
Shared:
Shared:
1