Wujudkan RS Bertaraf Internasional, RSM Lamongan Tingkatkan Kualitas Hadapi Era Globalisasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 24 Juli 2016 23:53 WIB

LAMONGAN, MUHAMMADIYAH.OR.ID – Dalam menyemarakkan bulan Syawal,Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Lamongan menggelar silaturahim dengan segenap jajaran PDM Lamongan, MPKU, Ortom setingkat daerah, BPH RSM Lamongan, mantan direktur RSM Lamongan serta karyawan dan keluarganya, Sabtu (23/7).

Dibuka langsung oleh Direktur RSM Lamongan dr. Umi Aliyah, dia mengatakan bahwaRumah Sakit Muhammadiyah Lamongan sedang menghadapi tantangan yang cukup besar. “Karena kita sedang hidup di era globalisasi, kita harus bisa mengawal hal tersebut agar RSM Lamongan dengan cita-cita besarnya yakni menjadi rumah sakit islam bertaraf internasional ini bisa segera terwujud," ujarUmi dalam sambutannya.

Sementara itu sambutan PDM Lamongan yang diwakili oleh Ali Hilmi berpesan bahwa kita harus bersinergi, saling asah asih dan asuh, agar cita-cita RSM Lamongan ini segera terwujud, "Kalau saya mengibaratkan sinergi itu seperti tangan kanan dan kiri yang harus selalu bekerja sama, saling asah asih dan asuh, bersama-sama kita jadikan RSM Lamongan ini bernuansa Islami yang indah di bawah ridho Allah SWT, supaya kenangan “emas”-lah yang akan dibawa oleh masyarakat setelah berobat ke RSM Lamongan," ujar Ali Hilmi.

Hadir sebagai narasumber kajian islam pada acara silaturahim tersebut adalah ustad Anang Rikza Pimpinan pondok modern TAZAKA Kabupaten Batang Jawa Tengah, dalam tausiyahnya, Ustad Anang mengatakan bahwa yang dilakukan Muhammadiyah itu sudah tidak hanya pada tataran ide saja, tetapi bagaimana gagasan/ide yang bersumber dari Al-Qur'an dan As sunah itu bisadiimplementasikan dalam kehidupan keseharian.

“Dalam konteks bekerja menurut saya ada dua hal yakni kongkrit dan abstrak, yang kongkrit itu adalah nilai bekerja kita dihitung sebagai ibadah, sementara yang abstrak itu adalah nilai gaji yang kita dapat, kenapa saya sebut gaji itu abstrak, karena belum tentu gaji yang kita dapatkan itu kita gunakan untuk kebaikan yang bernilai ibadah, untuk itu kita didalam bekerja harus benar-benar menata niat agar setiap hal yang kita lakukan itu dapat bernilai ibadah," ungkap Anang. (dzar)

 

Kiriman Berita: Bayu Saputra

Shared:
Shared:
1