Din Syamsuddin Berharap Sarajana UHAMKA Sebagai Sang Pencerah Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 17 Desember 2011 17:59 WIB

 

Yogyakarta- Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA menegaskan para wisudawan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) yang diwisuda dapat berperan seperti Sang Pencerah yang mampu memberikan perubahan bagi bangsa Indonesia.
 
 
Hal tersebut dikatakan Din saat berpidato dalam acara wisuda2.280 magister, sarjana dan ahli madya UHAMKA di Jakarta Convention Center (JCC) (17/12).
Ditambahkan Din, kondisi bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi persoalan bangsa yang sangat kompleks. Masalah tersebut tidak terlihat secara nyata, namun dapat dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita sering terkecoh dan terkesan lari dari masalah. Akibatnya terjadlah penumpukan masalah bangsa,”ujarnya.
 
 
Masalah yang membelit bangsa besar ini, tegas Din adalah masalah tuna aksara moral. Karena pelaku dari tuna aksara moral ini adalah kaum elit dan terdidik. Akibat dari tuna aksara ini, praktek korupsi begitu marak.
 
 
“Tuna aksara moral lebih berbahaya dari pada tuna aksara latin. Karena tuna akasara moral initelah menghinggapi para elit dan kaum terdidik negeri ini,”jelas Din.
 
 
Din berharap, para sarjana UHAMKA yang diwisuda saat ini harus mampu memberikan pencerahan bagi bangsa ini. Sarjana UHAMKA harus tampil dengan nilai tambah, tidak sekedar sarjana yang menguasai suatu bidang, tetapi juga memiliki komitmen moral, nilai-nilai kejujuran dan keadilan. Sehingga para sarjana ini dapat bermanfaat bagi bangsa ini.
 
 
“Sarjana UHAMKA harus menjadi panah-panah pencerahan bangsa. Selain  itu juga sebagai panah-panah peradaban bangsa yang mampu berkiprah untuk membangun bangsa,”ujar Din.
 
 
Din Syamsudin sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh UHAMKA. Prestasi ini menunjukkan bahwa UHAMKA telah mampu memberikan yang terbaik bagi kemaslahatan bangsa lewat jalur pendidikan.
 
 
Disamping itu Din berpesan agar para sarjana UHAMKA yang belum memiliki kerja dapat menciptakan lapangan kerja, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Din juga bangga dengan pernyataan Rektor UHAMKA yang menyatakan bahwa 60 persen sarjana yang diwisuda sudah bekerja.
Shared:
Shared:
1