Haedar Nashir : Muhammadiyah Bangkitkan Kembali Peradaban Islam

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 23 Juli 2016 11:01 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, KUDUS — Dalam rangka memperingati Milad Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Kudus yang ke-18 pihak yayasan menyelenggarakan Pengajian Akbar yang bermaksud untuk menyemarakkan serta untuk mempererat tali silaturrahim antar warga Muhammadiyah. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 2000 jamaah ini terselenggara di Aula STIKES Muhammadiyah Kudus, kemarin (22/7).

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam pidatonya menerangkan bahwa masih banyak aspek yang harus diperjuangkan dalam meneruskan estafet peradaban Islam, sehingga umat Islam masih terus dapat berkontribusi dalam kemajuan dunia ini.

“Sebagai bangsa yang besar kita harus memiliki cita-cita yang terbaik, sehingga perjuangan yang sudah dilakukan itu tidak hanya monoton, namun harus terus diperjuangkan sehingga apa yang dicita-citakan itu tercapai," tutur Haedar.

Menurut Haedar Nashir, cita-cita itu bergantung kepada besarnya perjuangan kita, sehingga akan terbentuk bangsa yang ideal dan kualitas masyarakat yang baik. "Maka dari itu dalam dunia nyata umat dapat ikut berbuat dan berperan dalam kesehariannya. Contoh mudahnya ialah kita berani untuk mengajak orang di sekitar kita untuk beriman,” ungkapnya.

"Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi terbesar di Indonesia juga hendaknya mampu melakukan hal-hal itu. Dengan mulai memupuk cita-cita yang setinggi mungkin dan berusaha untuk menggapainya. Sehingga sejarah peradaban Islam yang dulu pernah berjaya akan mulai tumbuh lagi dan kejayaan itu dapat muncul ke permukaan lagi," tambahnya.

Dalam pidatonya, Haedar juga menyampaikan bahwa ada empat hal yang harus dilakukan untuk membangun peradaban Islam yaitu value atau nilai, ilmu, infrastruktur, dan berkah dan ridho Allah.

"Pembangunan peradaban Islam dapat dimulai melalui kampus dan terus berkembang di seluruh daerah, wilayah dan seluruh umat manusia di dunia ini. Sehingga akan tercipta peradaban Islam yang mampu kembali berjaya dan menghasilkan umat yang produktif, efisien, tidak boros dan tidak pelit," ungkap Haedar mengakhiri pidatonya dalam kegiatan tersebut.

 

Kontributor : Drajat

Redaktur : Monaatalina

Shared:
Shared:
1