UHAMKA Tuan Rumah Pelatihan Manajemen Sekolah Ormas Islam

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 17 Desember 2011 17:51 WIB

 

Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA membuka secara resmi Pelatihan Manajemen Pendidikan Forum Silaturahim Organisasi dan Lembaga Islam (SOLI) Kelompok Kerja Revitalisasi Pendidikan, di Kampus UHAMKA Pasar Rebo, 16 Desember 2011.
 
 
Dalam kegiatan yang berlangsung 16-19 Desember hadir 29 utusan Organisasi dan Lembaga Islam. Hadir pula ketua umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustadz Syuhada Bahri  Prof. Dr. Baedhowi, dari Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah serta ketua-ketua organisasi dan lembagaIslam lainnya.
 
 
Menurut Din Syamsuddin, kegiatan yang dilakukan SOLI ini merupakan suatu kerjasama antar organisasi dan lembaga Islam yang ada di tanah. Semua bentuk kerja sama itu dilakukan oleh kelompok kerja. Di dalam SOLI sendiri terdapat 6 kelompok kerja (pokja), yakni pokja revitalisasi pendidikan dengan koordinator dari Muhammadiyah, pokja dakwah khusus dengan koordinator  Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), pokja pemberdayaan ekonomi umat koordinatornya Al Irsyad, pokja pemberdayaan keluarga, anak dan remaja koordinatornya Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI), pokja advokasi umat  koordinatornya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),dan pokja pemberdayaan masjid koordinatornya Dewan Masjid Indonesia (PP DMI).
 
 
Din Syamsuddin mengakui bahwa organisasi dan lembaga Islam sering bertemu dalam berbagai forum, namun jarang sekali berfikir untuk melakukan kerjasama dalam menanggulangi permasalahan  umat, seperti kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan di bidang ekonomi dan sebagainya.
“Organisasi dan lembaga Islam sering bertemu, tetapi belum bekerjasa sama. Sering bertemu tetapi sama-sama bekerja di organisasinya masing-masing. Oleh karenanya organisasi dan lembaga Islam mulai menyadari bahwa permasalahan umat begitu kompleks dan perlu ditangani secara spesifik ,maka dengan beberapa pertemuan disepakati dibentuk Forum  Forum Silaturahim Organisasi dan Lembaga Islam (SOLI).”ujar Din Syamsuddin.
 
 
Ditambahkannya, SOLI bukanlah sebuah organisasi Islam baru tetapi sebuah forum kerjasama antar pengurus pusat organisasi dan lembaga Islam yang ada di Indonesia. Orientasi dari forum ini adalah menanggulangi persoalan umat. 
 
 
SOLI terbentuk pada 9 Desember 2010 di Gedung Dakwah PP MUhammadiyah. Menurut Din, di SOLI tidak ada struktur ketua, sekretaris jenderal dan penasehat sebagaimana layaknya organisasi. Justru yang ada di SOLI ini ada kelompok kerja (pokja) yang bekerjasa secara spesifik mengatasi persoalan umat yang begitu kompleks.
 
 
“Ini sebuah bentuk kerja sama organisasi dan lembaga Islam untuk menanggulangi persoalan umat secara riil. Dalam forum ini kami yakin ada kemajemukan dan keragaman namun tujuannya satu untuk kemajuan umat Islam,” tegas Din.
 
 
Din Syamsuddin menambahkan pada dasarnya semua organisasi dan lembaga Islam yang ada di tanah air dilibatkan dalam forum silaturahim ini. “Semua ormas dan lembaga Islam kita libatkan dalam SOLI ini, termasuk Nadlatul Ulama (NU),”ujarnya.
 
 
Pokja yang sudah berjalan dalam SOLI ini adalah pokja Revitalisasi Pendidikan Islam. Mulai 16 Desember hingga 18 Desember, para utusan dari organisasi dan lembaga Islam akan berembug untuk merumuskan langkah-langkah meningkatkan mutu pendidikan Islam, terutama dalam hal manajemen sekolah. Nara sumber yang akan hadir diantaranya, Dr. Abdul Mu’ti, ED, Dr. Hamid Muhammad, Ph.D, Prof. Dr. Muljani A. Nurhadi dan Prof. Dr. Eng. Imam Robandi.
 
 
Pokja Dakwah Khusus juga akan melaksanakan pertemuan di kantor pusat DDIII Jakarta pada 24-25 Desember dan disuul oleh pokja pemberdayaan ekonomi umat yang akan mengadakan pelatihan pendirian BMT dengan koordinatornya Al Irsyad pada Januari 2012.
 
 
Sementara itu ketua umum DDII, Ustadz Syuhada Bahri menegaskan bahwa SOLI memang berorientasi untuk menanggulangi persoalan umat Islam yang begitu berat dan besar. Namun dirinya yakin bahwa dengan kerja sama antar organisasi dan lembaga Islam patut dibangun agar supaya persoalan umat yang berat itu dapat menjadi ringan dan mudah ditanggulangi.
 
 
Ustad Syuhada Bahri menegaskan bahwa forum ini akan mendirikan berbagai pokja yang akan melihat secara tajam persoalan umat serta melakukan penanggulangan secara bersama-sama antar organisasi dan lembaga Islam.
Shared:
Shared:
1