Gelar Sekolah Advokasi, IPM Jabar Konsisten Bela Kaum Mustad’afin

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 21 Juli 2016 18:59 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SUMEDANG -- Sebagai salah satu bentuk peningkatan kapasitas emosional, intelektual dan sosial dari pelajar Muhammadiyah Jawa Barat, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Barat mengadakan Sekolah Advokasi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari terhitung sejak Kamis hingga Sabtu, 21-23 Juli 2016 di Gedung Islamic Centre Sumedang.

Dengan mengusung tema “Advokasi Pelajar Sebagai Solusi Jembatan Kaum Mustad’afin”, sekolah advokasi ini diharapkan dapat melahirkan lulusan yang sanggup menjembatani kaum mustad’afin sebagaimana yang dituliskan dalam Surat An-nisa:9.

“Pelajar hari ini harus bisa menjadi jembatan bagi kaum yang tertindas (mustad’afin) serta bisa membenarkan sistem yang menyebabkan penindasan (istid’af) tersebut, serta tidak lupa sekaligus menyadarkan penindas tersebut (mustad’if),” tutur Ketua Pelaksana Sekolah Advokasi, Muhammad Ihsan Abdussami, Kamis (21/07).

Menurut Ihsan, pelajar Muhammadiyah hari ini harus bisa menjadi problem solver dari segala permasalahan yang ada di sekitarnya, terkhusus terhadap isu-isu yang berkaitan dengan kepelajaran. Ia menambahkan, kegiatan yang diikuti oleh 31 orang peserta ini, merupakan perwakilan dari tiap-tiap Pimpinan Daerah IPM se-Jawa Barat.

Sekolah Advokasi inipun dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Prof. Mahmud Syafe’i, serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumedang dan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sumedang. 

“Selain  itu, saya pun tidak lupa menghaturkan beribu terimakasih kepada Ayahanda PWM Jabar yang telah menghadiri kegiatan sekolah advokasi ini, dan tidak lupa kepada keluarga besar Muhammadiyah Sumedang yang telah memfasilitasi beberapa kebutuhan dalam kegiatan ini,” kata Ihsan.

Selaras dengan itu, Ketua Umum PW IPM Jawa Barat, Hafizh Syafa’aturrahman mengatakan bahwa sebagai pelajar muslim, hendaklah pelajar Muhammadiyah selalu menjaga akhlaq. Karena, ketika seseorang sudah memiliki akhlaq yang baik, maka akan menunjang segala aspek kehidupan termasuk penerapan nilai advokasi yakni pembelaan terhadap kaum mustad’afin.

“Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Barat haruslah bisa menjadi role model bagi pelajar-pelajar lain di Jawa Barat bahkan di tingkat Nasional. Dan senantiasa menjadi uswatun hasanah bagi sekitarnya,” kata Hafizh.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Barat, Prof. Mahmud Syafe’i merasa bangga dengan kepedulian IPM Jawa Barat terhadap kaum Mustad’afin yang sering dilupakan itu. Ia mengatakan bahwa IPM Jawa Barat harus menjalankan tri dimensi kader (pelopor, pelangsung, penyempurna amanah) di segala ranah, apalagi yang berkaitan dengan pembelaan kaum mustad’afin.

“IPM sebagai pionir bangsa haruslah bisa selalu tampil terdepan dalam membela Islam, dan membela kaum mustad’afin pun termasuk ke dalam kategori tersebut. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain,” ujar Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia ini.

Kontributor: Wanda Aprilia

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1