Ingin Naikkan Kepercayaan Publik, Polri Ajak Kerjasama Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 18 Juli 2016 18:54 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Kepolisian Republik Indonesia menginginkan agar kepercayaan publik terhadap Kepolisian naik kembali. Karena, menurut Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Pol Tito Karnavian, kepercayaan publik merupakan senjata terkuat dalam mensejahterakan dan melindungi bangsa.

 “Public trust (kepercayaan publik) adalah senjata yang terpenting dan terkuat, senjata yang  power full di  negara demokrasi,” tutur Tito ketika memberikan sambutan dalam Silaturahim Idul Fitri 1437 H di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (18/7).

Kepercayaan publik, kata Tito, dewasa ini semakin menurun terhadap Kepolisian. Padahal, Kepolisian merupakan lembaga besar selevel kementerian yang berpengaruh bagi kehidupan bangsa.

“Ada negara yang tidak memiliki militer. Tapi, tidak ada negara yang tidak memiliki polisi,” ujarnya menyoal peranan Kepolisian. 

Tito mengatakan, polisi memiliki dua kekuatan yaitu senjata hukum dan senjata api. “Tidak banyak institusi memiliki dua power ini,” ujar mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme itu. 

Tito juga menunjukan banyaknya warga Kepolisian di Indonesia dengan jumlah  33 Polda dan 500 lebih Polres dan ratusan ribu anggota lainnya yang juga bertugas di Polsek.

“Itu juga merupakan asset bangsa,” terang Tito membandingkan jumlah warga Muhammadiyah yang dinilai jauh lebih banyak dari warga Kepolisian. 

Tito juga berharap adanya dukungan dan kerjasama dengan Muhammadiyah untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap Kepolisian. Ini merupakan hal penting bagi Kepolisian dan elemen masyarakat lainnya dalam mengayomi masyarakat.

“Polri ke depan  sebagai pilar perekat bangsa,” kata Tito mendorong semangat warga Muhamamdiyah untuk bersama-sama membangun bangsa agar menjadi lebih baik.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1