Ini Komentar Kapolri Baru Tentang Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 18 Juli 2016 16:35 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, Muhammadiyah merupakan salah satu pendiri tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Muhammadiyah, menurut Tito, telah membangun pendidikan, sosial-dakwah, bahkan, turut mengentaskan kemiskinan yang ada di Indonesia.  

“Mengangkat Islam menjadi agama yang rasional, modern,” kata Tito di hadapan warga Muhammadiyah dalam acara Silaturrahim Idul Fitri 1437 H, di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (18/7). Tito menuturkan, dalam perjalanannya, bidang yang digeluti oleh Muhammadiyah tak terelakkan bersinggungan dengan tugas Kepolisian.

Tugas itu, kata Tito, yakni melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kedua, membangun stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain itu, hal yang penting adalah menegakkan hukum di Indonesia yang beriringan dengan Muhammadiyah dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.

Tito menjelaskan, jika Muhammadiyah semakin mampu mengentaskan kemiskinan, maka masyarakat miskin di Indonesia akan semakin sedikit. Soal ini, menurut dia, akan mendorong banyaknya kelas menengah. “Maka otomatis crime (kriminal) akan cenderung menurun,” katanya.

Tito menerangkan, Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, menjadi strategis untuk saling bersinergi, bekerjasama dengan Kepolisian. Apalagi, jaringan Muhammadiyah dan Kepolisian memang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

“Kerjasama perlu kita bangun dengan ketulusan hati untuk membangun Indonesia menjadi lebih maju yang berkemajuan,” ujar Tito mengajak Muhammadiyah bekerjasama di hadapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sebelumnya pun, Tito mengungkapkan bahwa dirinya baru pertama kali hadir dan  berkunjung ke Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta dalam acara Silaturrahim Idul Fitri ini. “Suatu kebanggaan besar dan kehormatan besar bagi saya untuk diundang di acara ini. Ini acara yang high prestigious,” katanya.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1